Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari melakukan penyuntikan vaksin bagi Lansia yang dilakukan secara massal selama seminggu. Vaksinasi tersebut di mulai pada tanggal 20 hingga 27 Maret di Taman Kota (Tamkot) Kendari.
Bukan hanya Lansia, tenaga kesehatan dan petugas publik juga akan menjadi bagian dari vaksinasi tersebut.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan gelombang pertama program vaksinasi covid-19 menyasar tiga kelompok. Dari tiga kelompok itu, Nakes dan Lansia diporsikan 100 persen.
Menurutnya, pemberian vaksin kepada lansia sangat penting karena menjadi salah satu kelompok yang rentan tertular virus corona. Jika kondisi lansia tidak memungkinkan ke lokasi vaksinasi massal kata dia, bisa langsung mendatang fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat seperti Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) pemerintah.
“Ini (vaksin) sangat baik untuk para orang tua kita, agar mereka terlindungi dari virus corona. Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Kendari khususnya lansia atau warga yang masih memiliki orang tua maupun yang lansia yang ada disekitarnya untuk diajak bersama-sama mendatangi lokasi vaksinasi agar diberikan vaksin,” kata Wali Kota pada Jumat (19/03/2021).
“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan jajaran untuk tidak menolak lansia yang ingin divaksin. Mereka adalah orang tua kita, menjadi prioritas dan harus kita lindungi,” tambahnya.
Di lokasi terpisah, Kepala Dinkes Kendari, drg Rahminingrum mengatakan pelaksanaan vaksinasi massal dilaksanakan sebagai solusi atas kendala yang dihadapi pihaknya terutama di puskesmas dan RS. Vaksinasi massal dapat meminimalisir potensi vaksin terbuang karena sudah bisa dipastikan lansia akan datang pada satu tempat untuk menerima vaksin.
Kata Rahminingrum dalam satu vial vaksin, bisa diberikan kepada 10 – 11 lansia. Sementara, lansia yang datang dalam sehari tidak sampai 10 orang. Kalau diberikan misalnya pada lima orang lansia yang datang. Maka lima dosis lainnya akan terbuang. Pasalnya vaksin hanya bertahan maksimal enam jam setelah dibuka kemasannya.
“Minimal ada vaksin yang terbuang itu sisa dari satu vial saja. Misalnya lansia yang terkumpul 105 orang. Nah, itu hanya 5 itu yang terbuang. Kalau kita mendistribusi lansia itu di 15 puskesmas artinya ada 15 vial yang terbuang percuma. Jadi vaksinasi massal ini sangat efektif dan efisien,” katanya.
Selain itu, vaksinasi pada lansia masih rendah. Saat ini cakupannya baru sekitar 6,70 persen atau sekira 1.248 lansia yang tervaksin dari 18.634 lansia yang menjadi sasaran vaksinasi.
“Mudah-mudahan setelah divaksin bisa segera terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) dan mempercepat penanganannya covid-19 di Kota Kendari. Yang terpenting juga orang tua kita bisa terhindar dari potensi terpapar virus corona” pungkasnya .
Laporan : Hani

















