Wali Kota Baubau Nilai Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Masih Rendah

Foto Istimewa

Baubau, Sultrademo.co – Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse membuka secara resmi kegiatan pelatihan Jitu Pasna pada sub kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana kabupaten/kota tahun 2023 di hotel Mira, Kamis (4/5/2023).

Dikatakan La Ode Ahmad Monianse, Kota Baubau merupakan daerah yang tidak luput dari kerawanan terjadinya bencana yang berdasarkan karakteristik daerah. Bencana alam yang biasa terjadi adalah bencana banjir, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan lahan dan gempa bumi yang akhir-akhir ini sering berdampak di Kota Baubau.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, lanjutnya, realitas kejadian atau bencana yang timbul selalu saja memberikan dampak kejutan dan menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun harta benda. Hal tersebut mengidentifikasikan kepada semua bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan baik aparatur pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya atau bencana relative masih rendah. Selain itu, pola kebiasaan dalam penanganan bencana yang masih bersifat responsive telah terbukti tidak dapat memberikan hasil yang maksimal dalam menghadapi bencana.

Menurut La Ode Ahmad Monianse, perubahan paradigma penanganan bencana dari fase preventive juga tidak terlepas dari adanya dampak yang ditimbulkan bencana terhadap pembangunan yang dilaksanakan. Bencana dan pembangunan merupakan dua hal yang berjalan beriringan disatu sisi, bencana yang terjadi sering mengakibatkan hilang atau rusaknya hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan bertahun-tahun sebelumnya, yang membutuhkan perbaikan yang kini lebih dikenal dengan sebutan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

“Upaya perbaikan pasca bencana atau yang lebih dikenal dengan istilah Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana di negara ini di awali sejak terjadinya bencana alam tsunami yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 26 Desember 2004 serta bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah (kabupaten Klaten) pada tahun 2006 telah mendorong bangsa Indonesia untuk menerima kenyataan bahwa hidup berdampingan dengan bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” katanya.

Disamping itu, konsentrasi penanganan bencana yang selama ini dilakukan dengan hanya menitik beratkan pada masa tanggap darurat harus segera dirubah dengan meniti beratkan pada perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan karena bencana.
Pelaksanaan penanganan pada saat setelah terjadinya bencana adalah dalam upaya untuk mewujudkan berbaikan atau merehabilitasi dan merekonstruksi segala kerusakan serta mengetahui seberapa besar tingkat kerusakan dan kerugian yang di akibatkan oleh bencana.

Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse berharap melalui kegiatan pelatihan Jitu Pasna pada sub kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana kabupaten/kota tahun 2023 telah memiliki pengetahuan dan kemampuan mengetahui kapasitas lokal pemerintah daerah sehingga akan terwujud kesiapsiagaan dan ketangguhan bagi semua dalam upaya menghadapi bencana dan dampak yang timbul agar dapat ditekan semaksimal mungkin.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait