Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, membantu puluhan jemaah umrah asal Kendari yang terlantar di Madinah, Arab Saudi. Peristiwa itu terjadi saat Siska tengah menunaikan ibadah umrah.
Sebanyak 30 jemaah dilaporkan tidak mendapatkan kepastian hotel maupun konsumsi setibanya di Tanah Suci. Rombongan bahkan harus menunggu berjam-jam di dalam bus dalam kondisi kelelahan.
Salah seorang jemaah, Feri Fadli, mengatakan perjalanan mereka bermula dari keberangkatan Kendari menuju Jakarta pada Selasa (10/2/2027). Namun, setibanya di ibu kota, mereka belum bisa langsung terbang ke Arab Saudi karena visa belum terbit sehingga harus menunggu beberapa hari.
Pada Jumat (13/2), kloter pertama akhirnya diberangkatkan menuju Jeddah dan sempat transit di Doha selama enam jam sebelum tiba pada Sabtu (14/2). Setibanya di Jeddah, para jemaah mulai mengalami kendala, terutama terkait konsumsi dan kejelasan jadwal dari pihak biro perjalanan. Mereka terpaksa menggunakan uang pribadi untuk membeli makanan.
Situasi semakin sulit ketika rombongan tiba di Madinah. Hotel yang dijanjikan dalam paket umrah 12 hari belum tersedia. Puluhan jemaah, termasuk lansia, harus menunggu lama di dalam bus tanpa kepastian.
“Kami terlantar di dalam bus di Kota Madinah. Hotel belum ditentukan dari travel. Dari siang kami belum makan,” ujar Feri melalui rekaman video.
Di tengah kondisi tersebut, salah satu jemaah berinisiatif menghubungi Siska yang kebetulan berada di Madinah untuk menjalankan ibadah umrah. Mendapat informasi itu, Siska langsung mendatangi lokasi rombongan.
Ia kemudian mengajak para jemaah makan bersama di sekitar Masjid Nabawi untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Tak hanya itu, Siska juga membantu mencarikan hotel agar para jemaah dapat beristirahat dengan layak.
“Alhamdulillah, berkat beliau kami 30 jemaah bisa diselamatkan. Ibu langsung mengambil sikap dan membantu kami,” kata Feri.
Sebelumnya, biro perjalanan menawarkan paket lengkap meliputi tiket pulang-pergi, visa, hotel, dan konsumsi. Namun, para jemaah menilai fasilitas yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian awal.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih cermat dalam memilih biro perjalanan umrah. Sementara itu, tindakan cepat Wali Kota Kendari dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, bahkan ketika berada di luar negeri.
Laporan: Hani
















