Wali Kota Kendari Perintahkan Pengangkutan Sampah Hingga Lima Kali Sehari, Kesejahteraan Petugas Jadi Prioritas

Ketgam : Wali Kota pimpin pelaksanaan rakor penanganan sampah yang digelar di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah tegas dalam mengatasi persoalan sampah yang masih kerap menumpuk di sejumlah titik kota.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan sampah yang digelar di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, dengan menekankan peningkatan intensitas pengangkutan serta perhatian serius terhadap kesejahteraan petugas kebersihan.

Bacaan Lainnya

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Perumda, Perumda Pasar, serta seluruh camat se-Kota Kendari.

Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa pengangkutan sampah di 11 kecamatan dengan volume sampah tinggi akan ditingkatkan menjadi lima kali dalam sehari. Sementara kecamatan lainnya tetap menggunakan pola pengangkutan normal karena dinilai memiliki volume sampah yang lebih rendah.

“Kita tidak bisa lagi membiarkan sampah menumpuk di jalan. Kalau perlu, pengangkutan dilakukan sampai malam hari,” tegasnya, Senin (29/12/2025).

Tak hanya fokus pada teknis pengelolaan sampah, Wali Kota Kendari juga menyoroti kondisi para petugas kebersihan yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu, namun masih menerima upah yang relatif rendah dan belum mengalami peningkatan signifikan selama bertahun-tahun.

“Kasihan mereka. Siang malam bekerja membersihkan kota, sementara gajinya hanya sekitar Rp1,3 juta. Kita hidup nyaman, buang sampah sembarangan, mereka yang harus membersihkan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Menurut Wali Kota, peningkatan beban kerja harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Ia pun meminta jajaran terkait untuk mulai menghitung skema penyesuaian anggaran yang akan direalisasikan pada tahun 2026, dengan penambahan jam kerja yang mulai diterapkan sejak sekarang, khususnya di tujuh kecamatan prioritas.

“Kalau bebannya kita tambah, kesejahteraan juga harus kita naikkan. Kerja dulu, bayarnya menyusul. Itu dimulai hari ini,” katanya.

Wali Kota optimistis, kebijakan ini akan berdampak langsung pada wajah Kota Kendari yang lebih bersih dan tertata. Ia mengaku miris melihat tumpukan sampah di pinggir jalan yang dinilainya dapat menghilangkan makna berbagai penghargaan yang telah diraih kota.

“Mau dapat penghargaan apa pun, kalau sampah masih ada di depan mata, semua itu tidak ada artinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa kondisi kebersihan di wilayah pinggiran kota relatif sudah baik. Permasalahan utama justru berada di titik-titik tertentu, terutama di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS), yang kerap mengalami penumpukan akibat keterbatasan sif pengangkutan.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Banyak warga yang kini membungkus sampah dengan rapi, bahkan mulai memilah sampah sebelum dibuang.

“Kesadaran masyarakat sudah ada. Yang jadi masalah justru penumpukan karena sif pengangkutan hanya satu atau dua kali sehari,” tambahnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait