Kendari, sultrademo.co – Era Civil Sosiety 5.0 merupakan momentum transformasi digital yang menjadi tantangan perkembangan zaman khususnya bagi anak muda.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Konawe Yusran Akbar mengajak kepada generasi muda agar mampu berkompetisi dan bersaing dalam menghadapi arus transformasi digital.
“Generasi muda harus mampu menjemput perubahan zaman di era transformasi digital. Dalam dunia pendidikan tahapannya ada tiga yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” ujar Yusran Akbar saat menjadi narasumber pada Bincang Teknologi yang digelar HMI Komisariat Teknik UHO disalah satu Hotel di Kendari, Jumat (10/11/2023).
Ia menerangkan transformasi digital memiliki dampak positif dan negatif. Untuk dampak positif diantaranya, terbukanya lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas intelegensia, meningkatkan produktifitas, kemajuan dalam berkomunikasi, peningkatan ekonomi, sosial benefit.
Sementara dampak negatifnya bertambahnya kejahatan dunia maya, terorisme dunia maya, masifnya berita palsu, penipuan dan pornografi.
“Dari sisi peluang peran mahasiswa sebagai generasi milenial terbuka banyak permintaan tenaga kerja di bidang tegnologi informasi dan komunikasi. Tinggal bagaimana untuk balajar dan berpacu karena saat ini sudah banyak tersedia fasilitasnya,” papar Yusran.
Lanjut, Yusran menerangkan, saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar sembilan juta talenta digital sehingga hal tersebut merupakan peluang besar untuk dijemput dan dimanfaatkan. Ia optimis hal tersebut bisa melahirkan sesuatu yang positif.
“Bijaklah dalam menggunakan teknologi. Ciptakan lapangan pekerjaan melalui teknologi digital. Artinya bagaimana menciptakan income agar bisa mandiri dalam mengelolah keuangan. Teruslah mencoba, karena dari kegagalan itu kita akan meraih kesuksesan,” tuturnya.
Laporan: Muh Sulhijah
 






