Kendari, Sultrademo.co – Sebanyak 30 jemaah umrah asal Kota Kendari dilaporkan terlantar di Madinah, Arab Saudi, setelah diduga tidak mendapatkan akomodasi hotel maupun konsumsi dari pihak biro perjalanan Travelina, Minggu (15/2/2026).
Kondisi tersebut memicu sorotan publik, terlebih di tengah beredarnya informasi bahwa owner Travelina berinisial KI diduga tengah melangsungkan pernikahan di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dengan nilai panai disebut mencapai ratusan juta rupiah dan satu unit mobil.
Salah seorang jemaah, Andi Dewi Zukrufi, mengatakan awalnya rombongan berjumlah 64 orang berangkat dari Kendari menuju Jakarta. Namun setibanya di ibu kota, jadwal keberangkatan ke Arab Saudi tidak jelas karena persoalan visa.
“Atas desakan kami, akhirnya 30 orang diberangkatkan lebih dulu. Sementara 34 lainnya masih tertahan di Jakarta,” ujarnya.
Rombongan yang berangkat lebih awal sempat transit di Doha sebelum tiba di Jeddah. Namun persoalan muncul ketika mereka tiba di Madinah. Hotel yang dijanjikan dalam paket umrah tidak tersedia, begitu pula konsumsi bagi para jemaah.
“Kami pikir aman-aman saja sampai Jeddah. Ternyata di Madinah tidak ada hotel maupun makanan yang disediakan,” kata Andi.
Sebagian jemaah disebut merupakan lansia. Beberapa di antaranya tidak memiliki dana cadangan.
“Ada enam lansia. Ada yang sama sekali tidak punya uang. Ada juga yang hanya pegang Rp 200 ribu,” tuturnya.
Menurut Andi, pihak travel sulit dihubungi saat situasi memburuk. Bahkan, tour leader di lapangan disebut kehilangan kontak dengan manajemen travel.
Sementara itu, 34 calon jemaah yang masih berada di Jakarta juga dilaporkan dalam kondisi tidak menentu. Mereka disebut sudah menunggu selama empat hari tanpa kepastian keberangkatan, bahkan sempat diarahkan untuk kembali ke Kendari.
“Informasinya biaya hotel dan catering di Jakarta juga belum dibayarkan,” ujarnya.
Wali Kota Kendari Turun Tangan
Di tengah kepanikan, Andi Dewi berinisiatif menghubungi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang kebetulan sedang menunaikan ibadah umrah.
Siska kemudian mendatangi rombongan jemaah di Madinah dan memfasilitasi kebutuhan makan serta penginapan sementara.
“Alhamdulillah sudah ditangani. Setelah subuh tadi kami sarapan bersama Ibu Wali Kota,” kata Andi.
Langkah cepat tersebut membuat kondisi jemaah lebih stabil. Namun persoalan tanggung jawab biro perjalanan masih menjadi tanda tanya.
Di tengah polemik jemaah terlantar, beredar kabar bahwa owner Travelina berinisial KI diduga tengah melangsungkan pernikahan di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.
Seorang sumber anonim menyebut prosesi pernikahan digelar pada hari yang sama saat jemaah terlantar di Madinah.
“Yang menikah itu hari ini di Angata. Panainya Rp 100 juta ditambah satu unit mobil,” ujar sumber tersebut.
Informasi itu belum dapat dikonfirmasi langsung kepada pihak Travelina. Hingga berita ini diturunkan, owner travel belum memberikan klarifikasi resmi.
















