306 Peserta Ikuti Tes Calon Petugas STQHN 2025 di Kanwil Kemenag Sultra

Kendari, Sultrademo.co – Sebanyak 306 peserta mengikuti Tes Kompetensi Berbasis CAT untuk menjadi calon petugas pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Al-Hadits Nasional (STQHN) XXVIII Tahun 2025.

Tes ini digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (14/5/2025).

Bacaan Lainnya
 

Tes tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhamad Saleh. Hadir pula Kabid Penaiszawa beserta tim kerja, sejumlah pejabat fungsional, Kabag Keagamaan Biro Kesra Setda Sultra, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Muhamad Saleh menekankan bahwa profesionalisme dan integritas adalah kunci utama bagi para petugas yang akan terlibat di STQHN. Menurutnya, peran mereka sangat strategis dalam menjaga kualitas dan kredibilitas acara keagamaan berskala nasional ini.

“Petugas STQHN bukan hanya pelaksana teknis. Mereka harus punya komitmen moral dan spiritual, sebab tugas ini juga bagian dari ibadah,” kata Saleh.

Ia berharap, dari proses seleksi ini akan lahir petugas yang benar-benar kompeten dan siap memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan STQHN 2025.

Adapun peserta tes kali ini terdiri dari 87 calon petugas MC, 68 calon pembuka mushaf, dan 151 calon pemandu peserta. Mereka akan menjalani tahapan seleksi berbasis komputer (CAT) sebagai tahap awal untuk menentukan siapa yang layak mendampingi jalannya seleksi nasional STQHN tahun depan.

Muhamad Saleh juga menyampaikan bahwa STQHN 2025 diharapkan menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta memperkuat syiar Islam, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Semangat melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati harus menjadi fondasi utama bagi setiap petugas,” pungkasnya.

Laporan: Arini Triana Suci R

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait