Aktivis HMI Siap Kritisi Kepemimpinan KDM di Jabar

Aktivis HMI Siap Kritisi Kepemimpinan KDM di Jabar

‎Bandung, Sultrademo.co – Episenterun pemberitaan  politik dan pemerintahan diberbagai media massa telah bergeser dari Jakarta sebagai ibukota negara ke Bandung Jawa Barat. Pergeseran ini tidak lepas dari  kepemimpinan  Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai gubernur Jawa Barat dengan berbagai terobosan dan kontroversinya dalam menahkodai pemerintahan Jawa Barat.

Bacaan Lainnya
 
 

Pemuda sebagai bagian terbesar dalam porsi masyarakat serta menjadi Lokomotif proses pembangunan menjadi sesuatu esensial untuk menjadi pelaku maupun pengkritik atas kebijakan  pembangunan yang dilakukan oleh  pemimpin .

Untuk itu aktivis HMI siap mendukung berbagai program dan kebijakan KDM dalam membangun Jawa Barat menuju kemajuan  serta akan tetap  mengkritisi  kebijakan yang mengabaikan kepentingan rakyat dan melanggar  peraturan perundang undangan.

Demikian disampaikan   Ketua Badko HMI Jawa Barat Siti Nurhayati ketika bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Hasbullah Fudail (mantan HMI Cabang Kendari) di kantor Kanwil KemenHAM Jawa Barat, Jumat 19/12/2025.

Kepala Kantor Wilayah Hak Asasi Manusia  (Kakanwil HAM) Jabar, Hasbullah Fudail mengaku merasa terhormat dikunjungi aktivis HMI.  “Suatu kebanggaan sebagai alumni HMI dikunjungi adik adiknya yang sedang berproses sebagai kader HMI dalam menyonsong masa depan Indonesia yg lebih baik. Adik adik HMI harus menjadi kader intelektual, berahlak yang bernapaskan Islam,” pesan Hasbullah.

Beberapa issu aktual yang diskusikan dalam sikaturahmi tersebut diantaranya;

Pertama, kepemimpinan KDM. Sebagai kader HMI , kita berharap agar KDM sebagai gubernur Jawa Barat  mampu mengakomodir pemikiran anak muda untuk membawa masyarakat Jawa Barat lebih maju dan berperadaban  tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yg relevan dengan kehidupan riel saat ini.

Kedua, kaderisasi di HMI yang ditinggalkan  kampus utama. Memudarnya minat mahasiswa untuk bergabung di HMI terutama kampus kampus utama seperti UI, ITB, Unpad,Upi dll menjadi alarm  peringatan bagi HMI atas  eksistensinya  dimasa kini dan masa depan.

Ketiga, membangun Korsa Silaturahmi HMI. Kader-kader HMI yang bertebaran diberbagai level harusnya mampu menjawab problematika kehidupan yang dialami oleh sebagian alumninya yang kondisi marginal. Perlu membangun korsa HMI yang lebih kokoh, tidak dengan  diskusi melangit tapi tak membumi.

Keempat, tencana LK 3 HMI, Sebagai organisasi kader, HMI harus bisa melakukan transformasi dengan manajemen yang lebih baik (SDM, Aset, Keuaangan dll). LK 3  hendaknya mampu menghasilkan kader kader HMI menjadi problem solvin kehidupan berbangsa dan bernegara

‎Siti Nurhayati menjadi Kohati pertama yang terpilih sebagai Ketua Badan Kordinasi  HMI di seluruh Indonesia. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kebangkitan kepemimpinan perempuan  yang semakin membumi di Indonesia. *

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait