Kendari, Sultrademo.co – Bertempat di ruang rapat Wali Kota Kendari, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari memimpin rapat kajian antar daerah bersama anggota DPRD Kota Baubau.
Asisten III Setda Kota Kendari, Makmur menyambut baik kedatangan Anggota DPRD Kota Baubau dalam melaksanakan Kajian Antar Daerah yang membahas tentang Program Revitalisasi Daerah Aliran Sungai di Kota Kendari.
Kata Makmur, isu-isu permasalahan di Kota Kendari dan Kota Bau-bau hampir sama isinya, terkait dengan pembangunan atau pemukiman di sempadan sungai.
“Itu menjadi tantangan bagi setiap pemerintah untuk bagaimana caranya masyarakat yang terlanjur bermukim di tempat tersebut bisa dipindahkan ke tempat yang lebih layak,” ungkapnya. (Rabu, 10/01/24).
Mantan Kepala Dinas Dikmudora Kota Kendari ini juga mengatakan, fokus utama dari Pemerintah Kota Kendari bagaimana untuk menata sungai-sungai yang ada di Kota Kendari bisa menjadi water front city.
“Artinya ini bisa dijadikan beranda-beranda ruang terbuka publik yang dijadikan pusat-pusat kegiatan masyarakat dan kuliner,” tambahnya.
Selanjutnya, Asisten III Setda Kota Kendari mengungkapkan, dalam mengurangi dampak banjir di Kota Kendari, Pemerintah Kota Kendari telah melakukan normalisasi dan penataan 13 sungai yang bermuara ke teluk Kendari.
“Tidak hanya itu, saat ini seluruh ASN di Kota Kendari bersama TNI, Polri dan stakeholder terkait melakukan karya bakti setiap hari Selasa dan Jumat dengan membersihkan selokan-selokan yang sudah dipenuhi dengan sedimen,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, Anggota DPRD Kota Baubau memberikan Plakat kepada Pemerintah Kota Kendari.
Laporan : Hani
Editor : UL







