Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) La Ode Aries El Fathar / Foto: Ilfa (sultrademo.co)

Kendari, Sultrademo.co – Kasus perkara dugaan pencabulan Wakil Bupati (Wabup) Buton Utara (Butur) Ramadio kini telah memasuki tahap II.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) La Ode Aries El Fathar mengungkapkan, berkas kasus perkara dugaan pencabulan Wabup Butur tersebut telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

“Kasusnya sudah masuk tahap II di Kejari Muna. Jika tidak salah Senin kemarin. Sepertinya tinggal tunggu sidang, nanti di tindaklanjuti disana,” terang La Ode Aries saat diwawancarai, di ruangannya, Senin (21/9/2020)

Sementara itu, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Herman Darmawan mengatakan, pelaksanaan tahap II kasus dugaan pencabulan Wakil Bupati Buton Utara (Butur) akan dilakukan di Kejari Muna, sebab (kasusnya) diwilayah tersebut.

“Informasi tahap II berkas perkara Wabup Butur tersebut dilakukan minggu lalu. Akan dipastikan dulu ke jaksa yang menangani kasus tersebut,” Ungkapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas SDM, Bupati Konut Buka Pelatihan Wirausaha Baru Produktif

“Adapun nantinya pihak kejati Sultra akan tetap menurunkan jaksa bersama jaksa dari Kejari Muna,” Pungkasnya.

Untuk diketahui, Polisi telah menetapkan 2 tersangka, yaitu Wakil Bupati Buton Utara (Butur) dalam kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, dan seorang wanita Lismawati alias Mama Ikwal yang diduga berperan di duga sebagai mucikari dalam kasus perdagangan anak di bawah umur.

Sebelumnya, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Wakil Bupati Buton Utara (Butur) telah memasuki 10 bulan. Kasus tersebut mencuat setelah ayah korban, melaporkan kasus tersebut di Polsek Bonegunu pada Kamis, 26 September 2019, dengan laporan polisi nomor: LP/18/IX/2019/Sultra/Res Muna/Spkt Sek Bonegunu tentang persetubuhan anak di bawah umur dan perdagangan orang.

Laporan : Ilfa
Editor : MA

Komentar