Bakal Bangun PLTA di Konut, PT. LHE Sebut Listrik Pulau Sulawesi Bisa Teraliri

  • Whatsapp

KENDARI, SULTRADEMO.CO- Perusahaan swasta Powercina Resource Ltd melalui PT Lasolo Hidro Energy (LHE), rencananya bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 145 megawatt (MW) di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Hal itu disampaikan oleh Deputy Representatif Powercina Resource Ltd, Wenqi, melalui juru bicara Sofyan Hadi saat ditemui Sultrademo.co disalah satu hotel di Kendari, Sabtu (15/6/2019) lalu.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Sofyan, PLTA yang diharapkan mulai dibangun pada akhir tahun ini bakal memenuhi ketersediaan tenaga listrik di Sulawesi Tenggara (Sultra), bahkan dapat juga menjangkau dan memenuhi kebutuhan kelistrikan di Pulau Sulawesi.

Ketgam: Rombongan PT. LHE saat meninjau lokasi pembangunan PLTA di Konut beberapa bulan lalu. 

Tidak hanya menjamin sistem kelistrikan, kehadiran PLTA juga dapat mencegah terjadinya luapan air yang menyebabkan banjir di Konut.

“Iya benar kami akan membangun PLTA kapasitas 145 MW, ini bisa menambah ketersediaan listrik di Sultra dan tentunya di provinsi tetangga seperti Sulteng. Juga ini dapat menjadi solusi bagi daerah Konut yang kerap banjir. Jadi bendungan yang kami bangun nantinya air yang tidak bisa ditampung Sungai Lasolo, dapat kami serap, sehingga tidak menimbulkan banjir lagi,” ucap Sofyan Hadi.

Ditambahkan Sofyan, mestinya PLTA yang diancang perusahaannya itu sudah mulai dibangun, sebab seluruh syarat perizinan dan lainya sudah rampung. Hanya karena belum adanya titik temu negosiasi harga antara perusahaanya dengan PT. PLN (Persero).

Ketgam : Peninjauan lokasi pembangunan PLTA

“Saat ini kami masih melakukan negosiasi dengan PLN. Tentunya kami sebagai perusahaan swasta tentu harus memiliki kepastian. Takutnya setelah listrik kami jadi, dan tidak dibeli gimana cara balikin modalnya,” kata dia.

“Jadi intinya kami tinggal menunggu kesepakatan dari PLN, jika itu sudah terealisasi maka kami akan langsung membangun konstruksinya. Pak Bupati Konut pun sudah memerintahkan kami untuk segera membangun PLTA ini, tapi lagi – lagi kami butuh kesepakatan jual beli listrik dari PLN,” jelasnya.

Diperkirakan, pembangaunan PLTA membutuhkan waktu selama lima tahun, dengan menelan biaya 7,2 Tryliun.

“Pihak investor telah menyiapakan dana sebesar Rp 7.2 Triliun. Intinya kita berdoa saja semoga tahun dapat di setujui PPA nya, dan secepatnya dapat beroprasi,” tukasnya.

Reporter: AK
Editor: Adhin

  • Whatsapp

Pos terkait