Baliho Rajiun Tersebar di Muna, Simpatisan Figur Lain Dinilai Panik

  • Whatsapp
Ketgam: Salah satu baliho Rajiun Tumada yang terpampang di Muna. Foto :Tamzil

Muna Barat, Sultrademo.co- Meskipun Pilkada di Kabupaten Muna baru dimulai 2020 mendatang, namun wacana siapa calon bupati mendatang sudah mulai nampak ke permukaan publik.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Sultrademo.co, minggu (28/07), ada empat kandidat yang muncul di permukaan. Mereka adalah, LM Rusman Emba (RE) Bupati Muna saat ini, LM Rajiun Tumada (RT) Bupati Muna Barat, LM Baharuddin (mantan Bupati Muna) dan Syarifudin Udu (Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri).

Bacaan Lainnya

Pada Pilkada 2020 mendatang, Rusman Emba sebagai calon incumbent perlu menyusun strategi yang jitu, sebab lawan yang bakal dihadapi ini bukan tergolong enteng. Rajiun Tumada yang notabenenya adalah Bupati Muna Barat saat ini, tentu secara diam-diam sudah menyusun kekuatannya.

Sama halnya dengan figur LM Baharuddin dan Syarifudin Udu. Dimana Baharudin adalah Mantan Bupati Muna periode 2010-2015, tentu masih memiliki massa dan loyalitas. Begitu pula Syarifudin Udu yang saat ini masih menjabat sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, tentu tidak bisa diam begitu saja. Mereka pasti bergerak dan turun gunung untuk mempersiapkan strateginya masing-masing.

Namun calon yang sering diperbincangkan adalah Rusman dan Rajiun. Seperti informasi yang berkembang di Media Sosial (medsos) akhir-akhir ini, hadirnya orang nomor satu Mubar di bumi sowite itu menjadi perhatian warganet baik pengguna Facebook maupun WhatsApp. Masing – masing loyalis pun saling menyindir.

Jauh Sebelumnya netizen terus mengomentari hadirnya Rajiun di Muna, mulai dari baliho yang sudah tersebar, hingga kehadirannya pada event penting. Misal buka puasa bersama, Halalbihalal dan sampai menghadiri rangkaian silaturahmi.

Debat politik yang dilontarkan dua kubu Rusman dan Rajiun di media sosial maupun dikalangan masyarakat terus menjadi sorotan. Masing – masing kubu mempertahankan jagoannya dengan saling mengkritik terkait apa yang dibangun di daerah masing – masing.

Diskusi politik masing-masing loyalis itu tidak pernah absen. Saat ini yang menjadi topik hangat untuk dijadikan konsumsi publik adalah soal baliho Rajiun yang dipasang di beberapa titik dimuna dengan jargon ” Mai Tewuna. Amaimo Pada ini !!!

Pantauan Sultrademo.co , baliho Bupati Mubar LM. Rajiun Tumada dengan jargon Mai Tewuna berukuran besar itu terlihat banyak terpampang jelas di kota Raha .

Baliho itu juga menjadi perbincangan dikalangan masyarakat ataupun di pengguna media sosial. Pro dan kontra datang dari dua kubu, bahkan seseringkali saling nyinyir dan mengkritik.

Ketua Rajiun center, LD Sariba menilai dengan beredarnya baliho Rajiun di berapa titik di Muna itu wajar -wajar saja karena itu antusias masyarakat yang menginginkan Rajiun untuk maju dan tampil di pilkada 2020 nanti.

“Ya, saya kira kita tidak bisa menapik opini publik perihal majunya pa Rajiun ke Muna tahun 2020. Beredarnya baliho di beberapa titik di Muna saya kira merupakan wujud antusias masyarakat yang menginginkan pak Rajiun untuk Maju di Muna sebagai kandidat Bupati tahun 2020,” kata sariba saat dihubungi. Minggu, (28/072019)

Terkait baliho Rajiun di Muna itu, menurut dia, itu adalah keinginan masyarakat. Ia menyebut keinginan masyarakat Muna dibuktikan dengan undangan masyarkat setempat untuk Rajiun hadir bersilaturhim, disaat itulah rajiun banyak mendapat dukungan untuk maju di Muna.

“Dan saya pikir para pendukung petahana tidak perlu resah dengan baliho itu karena semua orang Warga Negara berhak maju selama memenuhi persyaratan secara undang-undang. Dan sampai hari ini pak Rajiun belum membentuk tim sukses yang terstruktur melainkan melakukan pembentukan pengurus organisasi masyarakat Brigade Sowiteku Bersatu (BSB) di Muna,” jelas Sariba

Ia menambahkan, terkait tudingan kepada Rajiun bahwa pemasangan baliho di Muna adalah sifat kenak-kanakan, menurutnya itu sinyalemen dari kepanikan timses.

” itu sinyalemen dari kepanikan timses figur tertentu yang trauma kalah sehingga tidak senang atas dominasi popularitas dan elektabilitas pak Rajiun sebagai bakal calon yang menjadi harapan akan perubahan terhadap Muna kedepan, dan cara – cara kotor timses seperti itu yang akan merusak tatanan demokrasi serta merusak persaudaraan kita sebagai orang Muna” pungkasnya.

Penulis : Tamzil
Editor : Aliyadin Koteo

Pos terkait