Bandel, Manajemen VDNI Morosi Diduga Tak Patuhi UU Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

KONAWE, Sultrademo.co– Perusahaan yang bergerak dibidang properti PT Virtue Dragon Nickel Industri di Morosi dinilai sudah terlalu meresahkan dan banyak melanggar undang-undang. Lagi-lagi, perusahaan pertambangan itu mendapat perhatian khusus bidang ketenagakerjaan.

Tasnur tehangga, Mantan karyawan PT Virtue Dragon Nickel Industri mengungkapkan, pengelolaan ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Anto selaku HRD pada perusahaan PT VDNi tidak sesuai dengan aturan UU ketenagakerjaan dan Permenakertrans.

Bacaan Lainnya

“Tidak sama bro, Virtue ini seolah perusahaan asing yang berdiri di bumi pertiwi tapi berketentuan hukum asing, kan konyol, mestinya, apapun yang berdiri di negeri ini harus dan wajib mematuhi ketentuan hukum bangsa kita, Anto tau itu tapi tidak bisa berbuat apa-apa, makanya berhenti saja,” kata dia. Sabtu 3/8.

Mantan Ketua Organisasi Pencinta Alam itu menceritakan, dirinya bergabung di VDNI pada tanggal 13 Januari 2018 bagian smelter, selama kerja di perusahaan itu, jam kerja berlebihan, tidak terhitung lembur dan tidak mendapat upah lembur, shif pagi yang ketentuannya 8 jam kerja atau sehari masuk jam 08.00 – 16.00 malah diwajibkan hadir 30 menit sebelumnya, dan tidak boleh terlambat.

“Apabila terlambat 2 kali berturut-turut maka dikenakan SP 1 dan seterusnya, jam kerja yang ketentuannya pukul 16.00 malah lewat dari itu bahkan terkadang lewat 1 sampai 2 jam dari ketentuannya, dikarenakan kerjaan yang belum selesai atau adanya kendala pada saat kerja, yang artinya, tetap bekerja dan semua itu tidak terhitung sebagai lembur, kecuali hari kerja bertepatan dengan hari libur resmi,” jelasnya.

Pria kelahiran Laosu Kec. Bondoala Kab. konawe itu juga menuturkan, tidak tersedianya APD yang sesuai dengan lokasi kerja, membuat karyawan rentan terkena penyakit dan bahkan beresiko kematian seperti yang pernah terjadi baru-baru ini.

Dewan Pendiri OASIS Sultra menambahkan, terdapat peraturan perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan, karyawan yang sakit lebih dari tiga hari dalam sebulan akan dilanjutkan kontrak PKWT nya selama dua bulan dengan ketentuan tidak boleh off, sakit, izin, alpa.

“Ada-ada saja aturan konyol mereka buat, lokasi kerjanya sarang penyakit, rawan terkena penyakit tapi kita dilarang sakit, manusia hae kita, selain itu kita ini kariyawan, hak-hak kita dilindungi undang undang dan kita bukan budak, lebih dari tiga kali sakit, kita di training ulang, ketentuannya tidak boleh off, sakit, izin dan alpa selama dua bulan itu, kalo begitu apami bedanya kita dengan budak, saya tolak to,” bebernya.

Mantan Karyawan Control Room smelter ini menuturkan akan mengadukan kasus ini kepada pemerintah untuk mengevaluasi menajamen ketenagakerjaan termaksud meminta Anto selaku HRD PT Virtue Dragon Nickel Industri diberhentikan.

“Memang ini Manajemen VDNI rusak, orang mau masuk saja kerja didalam tidak pake berkas, atau adiministrasi, tapi pake uang saja tiga juta lolosmi itu,” katanya.

Laporan : AK
Editor : Aliyadin Koteo.

  • Whatsapp

Pos terkait