Begini Pandangan Jurnalis Sultra Soal Peluang dan Tantangan Media Online

  • Whatsapp

KENDARI, SULTRADEMO. COM- Dapat dipastikan, beberapa jangka waktu ke depan, seiring meningkatnya jumlah pengguna sosial media, Media Online sebagai penyedia informasi tentu akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Baik eksistensi maupun kredibilitas berita.

Ketua Perserikatan Jurnalis Siber Indonesia, (Perjosi) Milwan, berpendapat, salah satu tantangan bagi perusahaan media online saat ini adalah kebijakan Dewan Pers yang membatasi produksi informasi bagi perusahaan yang tidak terverifikasi, serta batasan liputan bagi pewarta yang tidak pernah mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW).

Bacaan Lainnya

“Di Sultra ini banyak yang sudah punya badan hukum media online, sudah ada SIUP dan SITUP nya tapi tidak terverifikasi di Dewan Pers, akhirnya soal verifikasi Dewan Pers ini kadang menjadi alasan bagi Pemda atau instansi lain untuk tidak menerima pewarta atau memberikan informasi, belum lagi soal UKW wartawan, sementara media online saat ini banyak pewartanya yang pandai menulis tapi belum ikut UKW, ” katanya saat memaparkan materi pada acara Diskusi Publik Jurnalis Sultra, Selasa 21/5/2019, di Swissbel Hotel Kendari.

Itu baru menyangkut akses informasi, lanjut Milwan, pada sisi lain, media online sebagai sebuah bisnis membutuhkan operasional untuk menunjang eksistensi perusahaan, sementara sumber kebutuhan itu didapatkan dari hasil kerja sama dengan perusahaan, Pemda, dan instansi lainnya yang menjadi mitra.

“Biasa tidak maumi kerjasama, kontrak, atau beriklan, sebut saja ada salah satu Pemda di Sultra sudah menerapkan itu, padahal secara konstitusi media yang belum terverifikasi Dewan Pers namun sudah berbadan hukum dan melengkapi dokumen perizinan itu sudah bisa produksi informasi, mulai dari memperoleh, mengolah dan mengedarkan, dan secara administrasi pun sudah layak kontrak kerja sama,” keluhnya.

Dikesempatan sama, Mirkas selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kota Kendari menambahkan, bahwa selain kebijakan Dewan Pers, tantangan bagi media online saat ini hingga yang akan datang adalah eksistensi dan kredibilitas informasi

Media informasi bukan hanya media online, elektronik dan cetak, namun media sosial juga seperti Facebook, Watshapp dan lainnya.

Media online sebagai penyedia informasi memiliki tantangan mempertahankan eksistensi pemberitaan, disamping itu menjaga keakuratan dan kredibilitas informasi yang disajikan.

“Jika tidak diperhatikan hal itu, maka media online bisa saja terpinggirkan, masyarakat akan memilih penyedia informasi yang memerhatikan kedua hal itu,” ujarnya.

Kendati demikian, Ayah dua anak ini meyakini bahwa media online saat ini masih mendominasi dan terdepan dalam menyajikan informasi secara aktual.

Kebutuhan informasi masyarakat dapat terpenuhi oleh media online yang hingga kini terus up date dan tersedia di dinding sosial media, baik Facebook, Watshapp, Line, Instagram, dan lainnya.

“Kelebihan media online itu ada pada kecepatan, masyarakat dapat menerima informasi secara cepat tanpa repot, tapi lagi-lagi kembali pada kualitas, kalau mau eksis dan terpercaya, menjadi pilihan masyarakat, yah harus akurat, info berimbang, dan mendidik,” tutupnya.

Laporan : AK

  • Whatsapp

Pos terkait