Begini Penjelasan Kapolres Terkait Penangkapan Massa Aksi di Laonti

  • Whatsapp
Kapolres Konsel, AKBP Erwin Pratomo

Konawe Selatan, Sultrademo.co-Kapolres Konawe Selatan, Erwin Pratomo akhirnya angkat bicara soal penangkapan sejumlah massa aksi yang melakukan unjuk rasa di lokasi IUP PT. GMS.

Kata dia, pihaknya telah mengamankan 3 orang yakni Anhar, Abdul Basir atau Rehan dan Erwin Kowila.

Bacaan Lainnya

“Kemudian ada masyarakat atas nama Kumbolan yang berada di tempat kejadian keributan saat itu menjadi korban penganiayaan, korban sebagai karyawan PT. GMS hadir langsung di tempat kejadian karena korban merasa bagian dari mereka (Pendemo) sehingga tidak lama kemudian terjadi keributan dan tiba – tiba datang terlapor saudara Anhar (salah seorang yang diamankan) dari arah depan dan langsung melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan kanan dalam keadaan di kepal terhadap diri korban dan mengenai wajah sebelah kiri sehingga korban mengalami rasa sakit dan memar,” jelas Kapolres.

Pasca itu, sambung AKBP Erwin, korban langsung membuat Laporan di Polsek Laonti dengan Nomor Laporan Polisi : LP / B / 03 / IX / 2021 / SPKT SEK LAONTI / Polres Konsel / Polda Sultra tanggal 18 September 2021. Sehingga ketiga orang itu diamankan di Polres Konsel dan masih sementara dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.

“Langkah yang saat ini sedang kami lakukan untuk laporan masyarakat Kumbolan yaitu pemeriksaan saksi-saksi dan menunggu hasil Visum et Repertum (VER) yang dikeluarkan oleh pihak Puskesmas Laonti guna merampungkan bukti-bukti untuk dilaksanakan gelar perkara,”tutupnya

Dihubungi terpisah, Humas PT GMS Airin mengatakan masa aksi yang terdiri dari warga Desa Sangi-Sangi dan Desa Ulusawa pesisir melakukan orasi di Site Amesiu PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS) hingga berujung kericuhan, yang mana salah satu Danru Security jadi korban amukan masa aksi, Sabtu, (18/9/2021).

Danru security tersebut mengalami pendarahan dihidung dan juga ada salah satu karyawan PT GMS yang terkena pukulan dari masa aksi yang brutal.

Danru Security yang menjadi Korban pemukulan

Airin, S.Si mengatakan, masa aksi menuntut jawaban dari pihak manajemen agar memberikan kompensasi sebesar Rp. 3.000.000, untuk setiap kepala keluarga nelayan pesisir setiap bulannya.

“Adapun tanggapan dari pihak manajemen yang di jawab langsung oleh Project Manager PT. GMS Muhammad Aris, ST yaitu pihak PT GMS belum menyanggupi tuntutan masa aksi karena tidak ada yang tertuang dalam MoU, dan saat ini pihak PT. GMS telah melakukan beberapa kesepakatan yang tertuang dalam MoU,”jelasnya.

“Penyaluran kompensasi dampak sesuai dengan yang tertuang dalam MoU serta saat ini telah dilakukan pembangunan Asrama Mahasiswa Kecamatan Laonti,” tambahnya.

Pihak perusahaan juga, sambung Airin telah memberikan bantuan barang dan uang untuk rumah Ibadah bagi sembilan Desa di Kecamatan Laonti.

“Manajemen juga telah melakukan penyaluran bantuan sembako sebanyak dua kali untuk 19 Desa Se Kecamatan Laonti dan menyerahkan hewan kurban saat hari raya idul adha tahun 2021,” ucapnya.

“Apa yang menjadi permintaan masa kami fikir sangat tidak rasional dan hal itu dapat menimbulkan dampak bagi perusahaan lain, dan juga dizaman pandemi Covid-19 saat ini sektor pertambangan memberikan andil besar bagi pendapatan negara,” tutup Airin.

  • Whatsapp

Pos terkait