Biaya Haji Kendari Turun Jadi Rp28 Juta, Pelunasan Tahap II Resmi Dibuka

Ketgam : Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kendari, H. Sunardin

Kendari, Sultrademo.co – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji asal Kota Kendari. Biaya pelunasan haji tahun 2026 resmi mengalami penurunan menjadi Rp28 juta, turun Rp2 juta dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp30 juta. Pelunasan tahap kedua dibuka mulai Senin, 2 Januari 2026 hingga Sabtu, 9 Januari 2026.

Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhu) Kota Kendari mengimbau seluruh calon jemaah yang telah terverifikasi agar segera melakukan pelunasan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini penting guna memastikan seluruh tahapan persiapan keberangkatan berjalan lancar.

Bacaan Lainnya
 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kendari, H. Sunardin, menjelaskan bahwa penurunan biaya haji merupakan hasil evaluasi dan efisiensi menyeluruh terhadap komponen pembiayaan selama di Arab Saudi.

“Efisiensi dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari akomodasi, transportasi lokal, hingga pengaturan jadwal ibadah. Semua dioptimalkan tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jemaah,” jelasnya saat ditemui di kantornya.(Senin, 02/01/26).

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus kepada calon jemaah yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas. Beberapa di antaranya berasal dari daerah Tabeanga dekat Bokori, Morowali, hingga Menui di Sulawesi Tengah.

“Mereka menjadi prioritas karena keterbatasan transportasi dan komunikasi. Tim kami akan langsung membantu proses verifikasi dan pelunasan agar tidak kehilangan kesempatan berangkat,” ujarnya.

Setelah kelompok tersebut terlayani, Kemenhu Kendari akan memfokuskan pelayanan kepada kelompok khusus lainnya, seperti pendamping lansia dan penyandang disabilitas, serta pengganti calon jemaah yang telah meninggal dunia dengan syarat masa tunggu minimal lima tahun.

“Semua ini sudah diatur dalam undang-undang. Kami memastikan pelaksanaan tetap adil dan tidak diskriminatif,” tegas Sunardin.

Untuk tahun 2026, kuota jemaah haji asal Kota Kendari ditetapkan sebanyak 579 orang. Dari jumlah tersebut, 464 calon jemaah telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan kesehatan. Sementara sisanya masih terkendala sejumlah faktor, seperti akses wilayah, meninggal dunia, izin kerja, hingga keterbatasan kemampuan finansial.

Selain itu, Kemenhu Kendari juga menyiapkan 400 calon jemaah cadangan yang akan diberangkatkan sesuai urutan nomor tunggu apabila terdapat kuota yang tidak terisi.

“Kami menjamin seluruh proses berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Menanggapi pemisahan Kementerian Haji dan Umroh dari Kementerian Agama, Sunardin menilai kebijakan tersebut berdampak positif terhadap pengelolaan ibadah haji dan umroh.

“Fokus kerja menjadi lebih jelas dan efisien. Meski terpisah, koordinasi dengan Kemenag tetap berjalan baik karena didukung oleh SDM yang berpengalaman,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait