BPBD Imbau Masyarakat Konut Selalu Siap Siaga di Musim Penghujan

Laporan: Supriyadin Tungga

Konawe Utara, sultrademo.co – Bencana banjir yang melanda Daerah Awila, Mata Pila, Andeo dan Tete Lupai di Kecamatan Lasolo beberapa pekan lalu mengakibatkan puluhan rumah warga rusak parah dan sebagian hanyut.

Di ketahui penyebab banjir tersebut akibat intensitas curah hujan tinggi. Olehnya itu memasuki puncak musim hujan di bulan Mei 2022 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana banjir.

Bacaan Lainnya
 

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Konawe Utara, Jasmiddin, menyebutkan bahwa untuk tahun ini musim penghujan akan jatuh lebih awal dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Musim hujan yang biasanya terjadi pada pertengahan Oktober akan lebih cepat datang, diawali bulan ini. Oleh karena itu pihak BPBD Konut mengimbau kepada masyarakat agar kiranya meningkatkan kewaspadaan tanggap bencana,” ungkap Djasmiddin saat dikonfirmasi melalui via telpon, Sabtu (21/05/2022).

BPBD Konut menerangkan bahwa siklus tahunan selalu memberikan informasi himbauan kepada seluruh komponen masyarakat konawe utara baik itu yang berada pada titik rawan bencana, yakni banjir, ranah longsor dan abrasi pantai.

Warga/nelayan yang berada di tengah lautan juga diminta untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana secara tiba-tiba.

Djasmiddin berharap masyarakat selalu intens berkoordinasi dengan pemerintah untuk memudahkan komunikasi dan langkah antisipasi baik kepada pemerintah tingkat desa maupun tingkat kabupaten.

“Kabupaten Konut sejak beberapa hari sudah sering turun hujan dan menyebabkan bencana alam, seperti yang baru terjadi banjir di Desa Awila Kecamatan Molawe dan khususnya di Kecamatan Andowia yang memiliki dataran rendah,” jelasnya.

Wilayah Konut, kata dia, cukup tinggi dan beragam potensi bencana alamnya sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah maupun masyarakat untuk bersama-sama meminimalisasi dampak dari bencana alam.

“Selain potensi banjir dan tanah longsor, sangat diharapkan juga warga harus selalu waspada dan hati-hati serta siaga terhadap bencana angin kencang dan puting beliung. Sebab, sekarang ini terjadi musim pancaroba yang tidak menentu, bila ada hal-hal yang tidak diharapkan secepatnya berkoordinasi, laporkan kepada kami,” imbaunya.

Perlu diketahui, saat musim pancaroba melanda, waspadalah karena ada berbagai penyakit yang rentan muncul dan menyerang diantaranya, sakit kepala, batuk pilek, nyeri sendi, serangan asma dan demam berdarah.

Lebih Lanjut Jasmiddin juga menyebutkan beberapa titik rawan banjir seperti zona 1 yakni Kecamatan Andowia, wiwirano daerah ini perlu di waspadai rawan banjir dan tanah longsor sedangkan zona 2 Kecamatan Molawe dan Motui rawan abrasi pantai.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait