Buka POSPEDA Ke 9, Gubernur Apresiasi Kegiatan Spektakuler Kemenag Sultra

Sukanto Toding saat Membuka Kegiatan Pospeda Secara Resmi ke 9

Kendari, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sukanto Toding membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni Daerah (POSPEDA) ke 9 antar Pondok Pesantren se Sulawesi Tenggara Tahun 2022 di Pondok Pesantren Darul Muhlisin Kendari. Jumat, (29/07/2022).

Dalam sambutannya H. Ali Mazi memberikan apresiasi dengan baik atas terselenggaranya Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Daerah se Sulawesi Tenggara Tahun 2022 sebagai rangkaian peringatan tahun baru 1 Muharam 1444 Hijriyah.

Bacaan Lainnya
 
 
 

“Saya menilai merangkaikan dua kegiatan keagamaan merupakan langkah cerdas yang ditempuh oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara baik dari sisi efisiensi anggaran maupun nilai kemaslahatan yang ditumbuhkan dari dua pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Ali Mazi yang dibacakan oleh Sukanto Toding.

Tak hanya itu, Ali Mazi juga menaruh harapan, agar kegiatan POSPEDA para santri di Sulawesi Tenggara tersebut dapat meningkatkan prestasi olahraga dan seni dengan prestasi yang membanggakan. Menurutnya, santri merupakan bagian dari generasi muda yang sangat dibanggakan dan dinantikan kiprah perjuangannya di masa-masa yang akan datang.

“Kehidupan di pondok pesantren dengan berbagai penempaan karakter, akhlak, dan ilmu pengetahuan agama menjadikan para santri sebagai harapan, untuk menjadi benteng dan tameng terhadap pengaruh budaya global, yang dalam kehidupan masyarakat yang dewasa ini dirasakan telah mengalami degradasi moral,” ujarnya.

“Hari ini kita bangga menyaksikan kiprah Pondok Pesantren, santri dan alumninya di seluruh bidang prestasi yang ada di seluruh Indonesia. Pemerintah dan masyarakat Indonesia semakin semakin percaya dengan pondok pesantren dan para santri. Karena para santri kita saat ini memiliki kompetensi, memiliki integritas yang dinilai lebih dibandingkan dengan yang di luar pesantren,” tambahnya.

Ali Mazi menilai, POSPEDA merupakan upaya untuk menyempurnakan keunggulan dan prestasi-prestasi Santri yang selama ini disaksikan bersama.

Karenanya, dirinya berharap kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara agar kegiatan POSPEDA terus dikembangkan, terlebih saat ini dunia olahraga termotivasi dengan atlet Indonesia yang mampu berprestasi di ajang Internasional.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah melalui kegiatan POSPEDA, diharapkan kehidupan santri menjadi lebih dinamis dan adaptif terhadap lingkungan kehidupan sosial, melalui olahraga dan seni yang merupakan bagi-bagian dari kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, POSPEDA hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ajang lomba Pencapaian prestasi semata, namun lebih dari itu sebagai momentum penguatan silaturahmi khususnya bagi para santri pondok pesantren.

“Semoga melalui ajang POSPEDA ini akan terpilih santri yang unggul, yang akan mengharumkan nama daerah Sulawesi Tenggara pada ajang kompetisi Pospenas yang akan diselenggarakan di Kota Solo Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober yang akan datang,” pungkasnya.

 

Laporan : Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait