Bupati Konawe Beri Piagam Penghargaan 10 Sekolah Adiwiyata 

Konawe, Sultrademo.co -10 sekolah di Konawe didapuk menjadi sekolah Adiwiyata tahun 2021. Diantaranya 10 sekolah yang menerima anugerah Adiwiyata itu, yakni SMPN 1 Anggaberi, SMPN 1 Uepai, SDN 1 Wawotobi, serta SDN Margakarya Amonggedo. Atas capaian tersebut, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa memberikan piala serta piagam penghargaan bagi 10 sekolah penerima anugerah Adiwiyata tahun 2021.

Bupati Kery mengaku merasa bangga atas keberhasilan 10 sekolah di otoritanya menyabet penghargaan Adiwiyata. Apalagi, Adiwiyata merupakan program nasional yang dilakukan lintas sektoral yang melibatkan beberapa instansi. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dan Departemen Agama (Depag).

Bacaan Lainnya

“Pembinaan sekolah Adiwiyata dilakukan untuk mendorong terciptanya kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup. Kalau bisa semua sekolah di Konawe harus Adiwiyata. Untuk instansi terkait saya minta kalau bisa sekolah yang terima Adiwiyata jangan cuma diberi piagam. Sekali-kali beri dana pembinaan juga supaya bisa lebih bagus lagi,” ujar Kery Saiful Konggoasa, saat penyerahan piala dan piagam penghargaan bagi 10 sekolah penerima anugerah Adiwiyata tahun 2021, Senin (4/10) di pelataran kantor pemkab Konawe.

Sementara itu, Kepala DLH Konawe Herianto Wahab, menjelaskan, dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata butuh dukungan semua stakeholder, utamanya kepala sekolah (kasek). Beberapa model aplikatif dalam kegiatan penilaian sekolah Adiwiyata, mesti menjadi atensi para kasek. Mulai dari bagaimana mengajarkan siswa agar tertib administrasi, hingga membiasakan buang sampah pada tempatnya.

“Sekolah dinilai berdasarkan kriteria yang sudah disiapkan. Program Adiwiyata berjalan tiap tahun. Respon yang kami inginkan itu adalah bagaimana sekolah-sekolah ini bisa peduli terhadap lingkungan hidup,” terang Herianto Wahab didampingi Sekretaris DLH Konawe Agus Salim.

Mantan Kabag Humas Setda Konawe itu menerangkan, indikator penilaian sekolah Adiwiyata meliputi empat aspek. Yakni, visi misi sekolah, kurikulum, sarana prasarana (sarpras), serta kegiatan partisipatif. Keempat indikator itu, sambungnya, harus mencerminkan aspek kepedulian atau perhatian lebih terhadap lingkungan hidup. Semua aspek itu didokumentasikan sebagai laporan penilaian dari pemerintah.

“Harapannya, anak-anak tertanam jiwa peduli lingkungan. Kalau program ini jalan, 10-20 tahun kedepan kesadaran masyarakat itu akan kelihatan. Sekedar informasi juga, kita di Konawe sudah punya dua sekolah berprestasi Adiwiyata ditingkat nasional. Keduanya yaitu SMPN 1 Sampara dan MTS Wawotobi,” ungkap Herianto Wahab.

Pos terkait