Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari mencatat kenaikan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 di tengah beban utang ratusan miliar rupiah yang masih harus dituntaskan. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, secara terbuka memaparkan kondisi keuangan daerah sekaligus menegaskan komitmennya untuk melunasi sisa utang sebesar Rp.334,1 miliar.
Dalam forum terbuka bersama jajaran pemerintah dan para RT/RW, Siska menyampaikan bahwa PAD Kota Kendari pada 2024 tercatat sebesar Rp343,3 miliar. Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi Rp409,5 miliar atau naik 19,28 persen.
“Alhamdulillah PAD kita mengalami kenaikan. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk memperbaiki kondisi fiskal daerah,” ujarnya. (Selasa, 03/03/26).
Namun di sisi lain, beban utang daerah masih menjadi tantangan besar. Ia memaparkan, pada 2021 sisa utang tercatat Rp25,02 miliar dan pada 2022 sebesar Rp27 miliar. Lonjakan signifikan terjadi pada 2023 menjadi Rp150,41 miliar, kemudian kembali bertambah pada 2024 menjadi Rp309,42 miliar.
Secara akumulatif, total utang mencapai Rp512,71 miliar.
Dari jumlah tersebut, Pemkot Kendari telah melakukan pembayaran sebesar Rp178,5 miliar, sehingga sisa utang saat ini berada di angka Rp334,1 miliar.
“Insya Allah saya bersama Bapak Wakil Wali Kota, Bapak Sekda, dan Forkopimda bertekad kuat untuk menyelesaikannya. Kita akan mencari pos-pos pendapatan baru agar utang ini bisa tuntas,” tegasnya.
Siska menjelaskan, utang tersebut merupakan konsekuensi dari pembangunan yang manfaatnya kini dirasakan masyarakat. Karena itu, ia menilai pelunasan menjadi tanggung jawab kepemimpinannya saat ini, terlepas dari kebijakan masa lalu.
“Kalau saya mau egois, sangat mudah untuk tidak membayar utang dan langsung menjalankan semua program lima tahun ke depan. Tapi itu tidak boleh dilakukan. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025 masih terdapat kewajiban kepada pihak ketiga sekitar Rp70 miliar yang belum terbayarkan. Menurutnya, alokasi anggaran sebenarnya sudah tersedia, namun dana tersebut belum terealisasi ke kas pemerintah kota.
Dalam kesempatan itu, Siska turut menyinggung janji politiknya kepada para RT terkait bantuan Rp100 juta per RT. Ia memastikan komitmen tersebut tetap akan direalisasikan secara bertahap selama lima tahun masa jabatannya.
“Mungkin tidak langsung Rp100 juta sekaligus, tapi minimal akan ada yang diberikan dan akan saya tuntaskan dalam lima tahun. Jadi jangan ada lagi yang mengatakan Wali Kota tidak menepati janji,” ujarnya.
Ke depan, selain mengoptimalkan PAD, Pemerintah Kota Kendari juga akan mendorong peningkatan investasi sebagai salah satu strategi memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mempercepat penyelesaian utang.







