Dinas Perkebunan Konut Genjot Program Replating Sawit

Laporan:Supriyadin Tungga

Konawe Utara,Sultrademo.Co– Tindak lanjut program presiden Republik Indonesia H. Joko wododo telah memasuki tahapan pelaksanaan, hal itu menjadi salah satu prioritas utama Pemda Konut dalam upaya mengembangkan produksi kelapa sawit dengan metode replanting (peremajaan) sawit rakyat (SR).

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Konut, Yuliatin menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan kegiatan peremajaan sawit di Konut dengan jumlah 265,5 Ha dari target 2500.

“Masih berjalan dan itu sudah sementara tumbang chipping (tahapan pertama proses replanting) dengan menanam,” jelas Yuliatin, saat dikonfirmasi 04/10/2021.

Yuliatin menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pengusulan lagi dianggaran berlanjut 2021 seluas 411 hektar. Yang diketahui saat ini sudah dalam verifikasi di tingkat provinsi lanjut ke pusat.

Jika telah selesai, nanti akan ada rekomendasi teknis bersama pihak bank, kelompok tani, dan Dinas Perkebunan dan Holtikultura Konut dilanjutkan pada penandatanganan MoU.

“Saat ini kordinasi kita sudah berjalan, kami ada target lagi 1600 hektar,” tambah Yuliatin.

Terakhir, Yuliatin menjelaskan, dari 2500 hektar ditargetkan program replanting sawit selesai sampai 2024. Dana tersebut bersumber dari pajak ekspor sawit yang dihimpun oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerjasama dengan Kemenkeu RI.

“Program replanting ini langsung dari Presiden Jokowi dari Kemenkeu diberikan kepada BPDPKS yang mengelola dan operasionalnya dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun),” ulasnya.

Program PSR ini, tambah dia, penyaluran dananya diberikan kepada kelompok tani atau koperasi dengan sistem bertahap sesuai RAB nya.

“Pencairan dananya sampai tahap ketiga melalui rekening kelompok tani dan dihitung berapa hektar lokasi perkebunan mereka, lalu dananya ditarik kembali kemudian diberikan ke tiap-tiap kelompok tani sampai tahap ketiga sebanyak 30 juta perhektar,” tuturnya.

“Mulai dari tumbang chipping, penyediaan bibit dan pupuk yang dipihak ketigakan. Kalau untuk penanamannya dikelola langsung oleh petaninya sesuai kesepakatan,” tutupnya.

Pos terkait