Dinilai Lamban dan Minim Data Tangani Covid-19, Ini Kata Dinkes Sultra

  • Whatsapp

Kendari, sultrademo.co – Direktur AMAN Center La Ode Rahmat Apiti menilai kinerja Dinas Kesehatan Sultra lamban dan minim data untuk menangani pandemi Corona (Covid-19) di Sultra.

La Ode Rahmat dibuat heran dengan program penanggulangan Covid-19 Dinkes Sultra. Pasalnya dana sebesar Rp 23 miliar untuk penanganan Covid-19 terbilang besar.

Bacaan Lainnya

“23 miliar nda bisa dikorek-korek peruntukannya. Tinggal Dinkes buat program penanggulangan. Kalau habis 3 miliar bisa ajukan lagi. Itu soal teknis” Ungkap La Ode Rahmat kepada sultrademo.co.

La Ode Rahmat juga dibuat heran dengan minimnya data kebutuhan tiap Kabupaten/Kota untuk penanganan Covid-19.

“Harusnya Dinkes buat langkah penanganan. Tapi data kebutuhan tiap Kabupaten/kota saja tidak ada. Misalnya APD, rapid test,  masker, insentif. Karena tidak boleh dikarang-karang datanya” Tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Hasnah menjelaskan bahwa pihaknya bekerja secara profesional dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Sultra.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya diberikan alokasi anggaran sebesar Rp 3 miliar yang dipakai untuk operasional petugas pengambil sampel, pengamatan epidemiologi, pengiriman sampel swab hingga pembelian APD (Baju Cover All Set Lengkap, Baju Cover All, Masker N95, Masker Bedah, Sarung Tangan Non Steril, ), Alkes dan Diagnostik in vitro (Thermoscanner Gun, Virus Transport Media,  Alat Semprot Desinfektan), bahan medis habis pakai (Hand Sanitizer 500 ml, Rapid Test Covid) dan obat-obatan (Vitamin C 50 MG)  yang disalurkan ke 17 kabupaten/kota, RS Bahteramas, RSUD Kota Kendari, RS dr. Ismoyo, RS. Santa Ana, RS Siloam Baubau, Klinik Lanud, Klinik Polda, Klinik Brimob, KKP, PMI Sultra, Korem 1430 HO, Tim Sampling, Posko Covid hingga OPD Sultra.

“Pembelanjaan (anggaran) sesuai kebutuhan dan berdasarkan hasil review Inspektorat dan BPKP. (Bahkan) Inspektorat berkantor di Dinkes (Sultra) untuk asistensi setiap proses” Terang Hasna.

Ia juga menerangkan bahwa alokasi dana lain untuk penanggulangan wabah Covid-19 di Sultra sebesar Rp 23 miliar tidak dialokasikan ke pihaknya melainkan ke Bappeda Sultra yang ditujukan untuk penanggulangan Covid-19 di Sultra. Sehingga Hasnah meminta agar penggunaan alokasi anggaran tersebut dikonfirmasi ke Bappeda Sultra .

“Saya kira apa yg harus kami gunakan itulah logistik yg kami kelola dan operasional perjalanan petugas kami yg mencari pasien OTG, OPD, PDP” Tambahnya.

Ia berharap agar pihaknya diberikan kesempatan dan dukungan untuk bekerja menanggulangi wabah Covid-19 di Sultra.

“Kalau bisa, berikan kami kesempatan untuk bekerja. Kami gugus, jadi harus sinergi, bukan hanya dinas kesehatan yg selalu disalahkan, kami ini butuh support supaya kami diberi kekuatan dan kesehatan agar covid 19 musnah di bumi indonesia dan di dunia” Harapnya.

Pos terkait