DPMD Konawe Buka Pelatihan Pengoperasian Aplikasi e-DMC di Latoma

  • Whatsapp

Konawe, Sultrademo co – Konawe memaksimalkan pelayanan dan pelaporan yang terintegrasi dengan pemeritah pusat, Kepala Desa di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan pengoperasian aplikasi  e-DMC (elektronik Desa Melawan Covid-19) se-Kecamatan Latoma. Rabu (25/6/2020).

Pada pelatihan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Keni Yuga Permana, Pendamping Desa Kabupaten Konawe Irvan Umar dan Pendamping Lokal Desa sebagai narasumber, Sekcam Latoma ,serta Kasi P3MD.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Keni Yuga Permana meminta Kades lebih profesional dalam menjalankan tugasnya selaku ujung tombak pemerintah di tingkat desa dan selalu mengedepankan musyawarah mufakat dalam mengambil sebuah kebijakan, serta tetap menjaga kondusifitas wilayah masing-masing.

“Intinya pelatihan tersebut adalah untuk memasukan kegiatan tim relawan covid kedalam aplikasi baik itu tentang pencegahan maupun penanganan dan pelatihan ini jangan hanya mau menggugurkan kewajiban tapi ada outputnya harus jelas,” tegasnya.

Begitu juga laporan harus disiapkan secara real time agar mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam mengatasi mata rantai penyebaran covid -19.

Sementara itu, Irvan Umar saat ditemui usai kegiatan menjelaskan, aplikasi eDMC -19 ini nanti akan terkoneksi langsung dengan aplikasi dasbord Kabupaten yang merekap dan merekam seluruh laporan dari desa dimana pelaporan mereka bersifat mingguan, bulanan dan triwulan.

“Dengan aplikasi ini, kondisi wilayah desa terpantau dari pusat sampai ke desa, utamamanya data dasar jumlah penduduk sehingga desa yang belum memperbaharui (Meng-Update) informasinya akan ketahuan,” jelasnya.

Menurut Irvan, data jumlah penduduk laki-laki perempuan tingkat dusun yang wajib diperharui masing – masing dewasa yaitu data Lansia tiap dusun, masyarakat yang mengidap penyakit kronis, kasus Covid-19 yang dalam perawatan dan meninggal, data migrasi, harga sembako di tiap desa, daftar penerima BLT dan bansos tiap dusun, jumlah KK dan jumlah penduduk tiap dusun serta data masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi ,phk dan usaha yang tutup selama pandemik ini

“Jadi kami tidak ke desa lagi, kami langsung buka aplikasinya dan di situ langsung kelihatan siapa yang tidak mengupdate data akan langsung terbaca dalam aplikasi kami” pungkasnya.

Pos terkait