Duka Konawe Utara, Pemprov Diminta Evaluasi Izin Perusahaan Tambang

  • Whatsapp

KONAWE UTARA, SULTRADEMO.CO- Jika diamati, Konawe Utara merupakan kabupaten terparah dari empat wilayah yang terdampak banjir baru-baru ini.

Seiring dengan itu, hampir pula dipastikan Konawe utara merupakan daerah pemilik hasil bumi yang menggiurkan, tidak heran jika terdapat ratusan izin perusahaan tambang yang beroperasi liar mendulang pundi rupiah.

Bacaan Lainnya

Salah satu putra Konut, yang juga Ketua Koonsorsium Aktivis Nasional Agraria (Konasara), Hendro Nilopo menjelaskan, curah hujan di Sultra turun secara merata, namun Konawe Utara terparah. Daerah resapan air sudah tidak memungkinkan lagi mencegah terjadinya banjir, hutan gundul akibat operasi liar yang buta terhadap lingkungan demi mengantongi keuntungan.

“Sederhananya begini, hujan ini merata dia turun, kalau difikir dasar banjir pasti karena hujan, tapi jangan lupa bahwa di Konut itu paling parah, hampir tenggelam semua, kenapa, karena kerusakan hutan di kawasan tangkapan air menyebabkan meningkatnya pendangkalan sungai seperti Lalindu, Lasolo dan Sungai Konaweeha, sehingga air meluap dan merembes ke wilayah wilayah dataran rendah, ” bebernya.

Ditambahkan Hendro, kerusakan lingkungan, khususnya kerusakan hutan di Sultra disebabkan juga oleh pembalakan liar besar-besaran yang terjadi selama ini. Ditambah dengan kerusakan hutan akibat kebakaran, alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit dan pertambangan nikel.

“Tentu ini menjadi PR untuk Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Provinsi untuk mengevaluasi izin-izin tambang yang berada di daerah rawan banjir, khususnya izin tambang yang berada di hulu Sungai Lasolo dan Sungai Konaweeha, kasian masyarakat, harus berapa banyak lagi yang menjadi korban, harus sampai kapan lagi masyarakat berlangganan banjir tiap turun hujan,” tukasnya, Kamis (13/6/19.

Reporter : Adhin

  • Whatsapp

Pos terkait