Kendari, Sultrademo.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kendari menggelar pelatihan AI Ready ASEAN. Kegiatan ini menyasar puluhan penyuluh agama di wilayah tersebut.
Pelatihan bertajuk “Implementasi AI Ready ASEAN – Mafindo Kendari (Batch 2)” ini dilaksanakan secara luring di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Minggu (21/12/2025).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif global hasil kerja sama antara ASEAN Foundation dan Google.org. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui penguatan keterampilan dasar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 20 laki-laki dan 30 perempuan. Seluruh peserta merupakan penyuluh agama yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di bawah naungan Kanwil Kemenag Sultra.
Dalam pelatihan ini, para penyuluh diberikan materi komprehensif mulai dari pengenalan fundamental AI, pemanfaatan implementasi, hingga metode pengajaran tentang AI. Selain itu, aspek krusial seperti etika penggunaan AI serta privasi dan keamanan data juga menjadi fokus utama.
Untuk mendukung proses belajar, para peserta juga mendapatkan akses ke Learning Management System (LMS).
Koordinator Wilayah Mafindo Kendari, Marsia Sumule, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis di tengah derasnya arus informasi saat ini. Penyuluh agama dinilai memiliki peran vital dalam mengedukasi masyarakat.
“Pelatihan AI Ready ASEAN ini kami rancang sebagai ruang belajar bagi para penyuluh agama agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi keagamaan kepada masyarakat,” ujar Marsia.
Melalui kolaborasi ini, Kanwil Kemenag dan Mafindo berharap para penyuluh agama tidak hanya sekadar memahami teknologi. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu berperan sebagai agen literasi digital yang mendorong penggunaan AI secara bijak dan aman di lingkungannya masing-masing.
Sebagai informasi, program AI Ready ASEAN ini dilaksanakan serentak di 10 negara anggota ASEAN. Di Indonesia, Mafindo menjadi salah satu mitra pelaksana (Learning Implementation Partner) yang menyasar empat kelompok utama, yakni pemuda, orang tua, pendidik, dan master trainer.
Laporan: Aji Said (Magang)








