Diskominfo Konawe Selatan Dorong Digitalisasi UMKM, Kopi Tolaki Bidik Pasar Global

Konawe Selatan, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terus mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperluas akses pasar produk lokal. Salah satu produk unggulan yang menjadi perhatian adalah Kopi Tolaki bermerek Kopi Anoa, kopi robusta khas Konawe Selatan yang kini telah menembus pasar nasional hingga internasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe Selatan, Drs. Annas Mas’ud, M.Si., didampingi Sekretaris Dinas Kiken Sukma Batara, ST., MT., bersama jajaran Diskominfo ke sentra produksi Kopi Tolaki milik CV Kopindo di Desa Tridana Mulya, Kecamatan Landono, Jumat (26/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ekosistem digital bagi UMKM, mulai dari publikasi potensi daerah, penguatan identitas digital pelaku usaha, hingga peningkatan literasi digital untuk mendukung pemasaran produk.

Kepala Diskominfo Konawe Selatan, Annas Mas’ud, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi informasi.

“Produk yang berkualitas tentu harus didukung dengan promosi yang kuat. Diskominfo hadir bukan hanya mempublikasikan potensi daerah melalui berbagai kanal media digital pemerintah, tetapi juga mendorong penguatan identitas digital UMKM melalui web profile, branding, aplikasi e-commerce sebagai etalase informasi, peningkatan literasi digital, optimalisasi media sosial, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar produk-produk unggulan Konawe Selatan semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih luas,” kata Annas.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

Salah satu contoh UMKM yang berhasil berkembang adalah CV Kopindo, produsen Kopi Tolaki yang didirikan oleh Asri Sappe’.

Asri mulai merintis usaha tersebut setelah kembali ke kampung halamannya pada 2017. Berbekal modal sekitar Rp600 ribu, ia menanam kopi robusta di lahan seluas setengah hektare sambil mengajak masyarakat sekitar ikut mengembangkan budidaya kopi.

Seiring waktu, kualitas Kopi Tolaki terus meningkat melalui penerapan teknik penyangraian tradisional khas masyarakat Tolaki yang dipadukan dengan inovasi pengolahan pascapanen. Perkembangan usaha semakin pesat setelah CV Kopindo bergabung dalam program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) pada 2019.

Saat ini, CV Kopindo telah membina ratusan petani kopi di Konawe Selatan dengan cakupan lahan perkebunan mencapai ribuan hektare.

Prestasi Kopi Tolaki juga mendapat pengakuan di tingkat nasional setelah masuk dalam Top 10 Kopi Terbaik Nasional pada ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Pengakuan tersebut turut membuka peluang pasar internasional. Kopi Tolaki telah mengantongi kontrak ekspor sebanyak lima ton ke China serta menerima permintaan ekspor sebanyak 15 ton ke Rusia.

Founder CV Kopindo, Asri Sappe’, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam mempromosikan produk lokal.

“Kami percaya kualitas kopi daerah tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Dukungan pemerintah, terutama dalam memperkuat promosi dan digitalisasi, menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas sehingga Kopi Tolaki semakin dikenal, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar internasional,” ujarnya.

Selain mempublikasikan potensi daerah melalui website resmi pemerintah, media sosial, dan berbagai kanal informasi digital, Diskominfo Konawe Selatan juga terus memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya literasi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.

Pemerintah daerah berharap penguatan transformasi digital dapat menjadi jembatan bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani lokal.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait