Harga Beras di Konawe Saat ini Dinilai masih Termurah se-Sultra

Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Ketahanan Pangan saat menerima beras dari Perum Bulog Unaaha

Konawe, Sultrademo.co – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Konawe Abdul Hasim menuturkan hingga saat ini harga beras di wilayahnya masih termurah se-Sulawesi Tenggara.

“Untuk Kabupaten Konawe sendiri harga beras paling murah dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Sultra. Harga beras di Konawe perhari ini Rp15.400/kilogram untuk beras premium dan Rp13.500/kilogram untuk beras medium,” ungkap Abdul Hasim, saat wawancarai, pada Minggu (25/2/2024).

Bacaan Lainnya
 

Sementara untuk harga secara nasional harga terendah saat ini di Provinsi Aceh Rp14.680/kilogram sedangkan harga tertinggi ada di Provinsi Papua yang mencapai Rp24.000/kilogram. Untuk Wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara disekitaran harga Rp15.490/kilogram.

Hasim menerangkan, kenaikan harga beras tersebut diakibatkan stok beras di gudang Bulog masih terbatas akibat distribusi secara nasional belum masuk ke wilayah Sultra.

“Diperkirakan beras akan kembali stabil minggu depan karena pasokan beras sudah akan masuk,” katanya.

Sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga beras, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe melalui Dinas Ketapang dan Bulog Konawe hingga saat ini masih terus melakukan penyaluran bantuan beras CPP (Cadangan Pangan Pemerintah) sebanyak 10 kilogram untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Beras tersebut merupakan stok bantuan pada bulan Februari 2024.

“Kegiatan distribusi dilakukan ke seluruh wilayah kecamatan se Kabupaten Konawe. Bahkan untuk Wilayah Kecamatan Latoma dan Routa kami distribusi tiga bulan sekaligus (sejak Januari hingga Maret). Mengingat dua wilayah ini termasuk kategori ekstrem,” jelasnya.

“Jadi kami pastikan bahwa untuk ketersediaan beras di tingkat bawah dalam hal ini bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) aman terkendali,” sambungnya.

Ia memastikan untuk stok pangan Kabupaten Konawe itu masih aman hingga bulan Juni 2024 mendatang. “Bulan April kita memasuki masa Panen Raya. Jadi untuk ketersediaan stok pangan khusunya beras itu bisa sampai akhir tahun 2024,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, dinilainya tudingan yang dilontarkan untuk Penjabat Bupati Konawe bahwa gagal menekan laju inflasi daerah itu berlebihan. Sebab menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe di bawah komando Penjabat Bupati Harmin Ramba telah berbuat yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat.

“Berbicara inflasi, secara nasional itu berada di angka y on y 2,57 persen. Sementara Konawe inflasi berada di angka y on y 2,29 persen dan kita berada di peringkat kedua inflasi terendah di Sultra setelah Kota Kendari dengan angka inflasi y on y 1,92 persen,” tandasnya.

 
*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait