Bombana – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Cegah Stunting dengan menggelar Aksi Bergizi bagi anak sekolah di SMA Negeri 07 Bombana, Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut digelar karena angka stunting di Kabupaten Bombana masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Sigizikesga (e-PPGBM) hingga Mei 2026, prevalensi stunting di Bombana mencapai 27,75 persen, tertinggi kedua di Sultra setelah Kabupaten Buton Selatan.
Sementara berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita pendek dan sangat pendek di Bombana tercatat sebesar 24,7 persen.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena Kecamatan Poleang Selatan tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Bombana, yakni mencapai 55,53 persen. Tingginya angka tersebut menjadi salah satu alasan Poleang Selatan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat edukasi gizi, membangun kebiasaan hidup sehat, serta meningkatkan kesehatan anak dan remaja.
Menurutnya, pelaksanaan Aksi Bergizi mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan Menteri Kesehatan tentang pelaksanaan Aksi Bergizi.
“Aksi Bergizi mencakup tiga kegiatan utama, yakni minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri usia 12–18 tahun, sarapan sehat, dan aktivitas fisik selama 30 menit,” kata Andi Edy.
Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun kebiasaan hidup sehat yang akan menjadi bekal sepanjang hayat,” ujarnya.
100 Siswi Dapat Tablet Tambah Darah
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah memberikan Tablet Tambah Darah kepada 100 siswi sebagai salah satu langkah pencegahan anemia pada remaja putri.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyuluhan gizi seimbang dan senam bersama.
Pemerintah turut melakukan Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah serta Gerakan Sekolah Sehat yang ditandai dengan penandatanganan komitmen pembudayaan hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.
Bantuan makanan tambahan juga diberikan kepada balita dengan kondisi gizi kurang serta ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Andi Edy mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan investasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Namun, upaya tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari balita gizi kurang, balita gizi buruk yang berpotensi mengalami stunting, hingga persoalan gizi pada ibu hamil.
Karena itu, ia menegaskan pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan.
“Keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat,” katanya.
Orang Tua Diminta Aktif Pantau Tumbuh Kembang Anak
Andi Edy juga mengajak para orang tua memastikan anak mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin melalui Posyandu.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga.
Khusus kepada para siswa, terutama remaja putri, ia mengimbau agar membiasakan diri berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Bombana berharap intervensi dalam percepatan penurunan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sehingga dapat mewujudkan generasi Sulawesi Tenggara yang sehat, berkualitas, produktif, dan bebas stunting.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bombana Burhanuddin, jajaran Forkopimda Kabupaten Bombana, Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, serta sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.






