Kendari, Sultrademo.co — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Senin (27/1/2025), menyebabkan sejumlah bencana alam.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat 13 kelurahan terdampak akibat banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman menjelaskan bahwa sembilan kelurahan dilanda banjir, tiga kelurahan terdampak tanah longsor, dan satu kelurahan mengalami kerusakan akibat angin kencang.
“Kelurahan yang terendam banjir meliputi Dapu-Dapura, Punggaloba, Punggolaka, Tobuuha, Korumba, Andonohu, Lalodati, Kada, dan Watulondo. Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kelurahan Punggaloba, Tipulu, dan Mandonga,” ujar Fadlil saat dihubungi pada Senin.
Adapun dampak angin kencang paling parah dirasakan di Kelurahan Bungkutoko. Sebuah rumah dilaporkan rusak berat setelah atap dan rangka bangunannya terhempas oleh angin. Penghuni rumah tersebut kini mengungsi ke rumah tetangga.
BPBD Kendari masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak bencana. Menurut Fadlil, pihaknya juga telah mengoordinasikan penyaluran bantuan untuk pengungsi di sejumlah kelurahan.
“Kami berusaha memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, termasuk makanan dan perlengkapan dasar bagi warga yang harus mengungsi,” kata dia.
BPBD Kendari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan wilayah Kendari masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk menghindari daerah rawan bencana, seperti lereng curam dan bantaran sungai, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang. BPBD juga membuka posko siaga bencana yang dapat diakses masyarakat untuk mendapatkan informasi dan bantuan darurat.










