Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari menjadi salah satu dari 100 daerah di Indonesia yang terpilih sebagai pilot project Indeks Penilaian Aset (IPA).
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, saat mewakili Pj Wali Kota Kendari dalam pembukaan sosialisasi dan bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur pemerintah bidang keuangan dan aset daerah, Rabu (7/8/2024).
Ridwansyah menekankan bahwa aset paling berharga di Kota Kendari adalah para pengelola aset itu sendiri. Beliau mengingatkan bahwa tanpa peran pengelola aset yang kompeten, aset daerah tidak akan dapat ditangani dengan baik.
“Oleh karena itu, pengelola aset harus bekerja maksimal dan bertanggung jawab, terutama dalam melacak keberadaan aset daerah yang mungkin telah beralih menjadi milik pribadi atau diklaim pihak tertentu,” kata Ridwansyah Taridala.
Sebagai bagian dari pilot project IPA, Ridwansyah meminta pengelola aset untuk membuat mekanisme yang jelas terkait pengelolaan aset.
“Termasuk penanganan aset yang masa penggunaan efektifnya sudah berakhir,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kendari, Farida Agustina, menambahkan bahwa pengelolaan aset adalah tanggung jawab seluruh OPD, tidak hanya bidang aset.
“Pengelolaan aset menjadi lebih penting karena Kota Kendari mendapat apresiasi atas penggunaan aplikasi e-BMD dan penilaian MCP oleh KPK, ” ujarnya.
Kegiatan ini, yang akan berlangsung selama tiga hari dengan 200 peserta setiap harinya, diikuti oleh perwakilan dari OPD, kecamatan, kelurahan, sekolah, dan puskesmas. Acara ini dilakukan secara hybrid dengan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan beberapa narasumber lainnya. Selain itu, acara ini juga mencakup penyerahan inventarisasi aset tahun 2024 kepada perwakilan kepala OPD, kecamatan, dan kelurahan.
Laporan : Hani
Editor : UL








