Kendari, Sultrademo.co – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Agnes Widiastuti kembali mengumumkan siaran persnya mengenai neraca perdagangan di Sultra, Senin (2/8).
Agnes Widiastuti mengatakan, neraca perdagangan Sultra terhitung mulai bulan Januari hingga bulan Juni 2021 mengalami kenaikan atau surplus sebanyak US$ 291,41Juta.
Nilai total ekspor Sultra pada bulan Juni 2021 tercatat sebanyak US$ 481,51 juta atau mengalami kenaikan sebesar 129,17% jika dibandingkan dengan ekspor bulan Mei 2021 yang tercatat hanya sebanyak US$ 210,11 juta.
“Volume ekspor bulan Juni 2021 tercatat 259,39 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 114,92% jika dibandingkan dengan ekspor bulan Mei 2021 yang tercatat hanua 120,69 ribu ton,” ungkap Agnes di kantor BPS Sultra.
Selanjutnya, total ekspor Sultra selama bulan Januari hingga bulan Juni 2021 mencapai 1.096,50 ribu ton atau senilai US$ 1.905,58 juta.
Sedangkan nilai total impor Sultra pada bulan Juni 2021 tercatat sebanyak US$ 190,09 juta atau mengalami kenaikan sebesar 33,34% jika dibandingkan dengan impor pada bulan Mei 2021 yang tercatat hanya US$ 142,57 juta.
Sementara untuk volume impor padabulan Juni 2021 tercatat sebanyak 385,66 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 1,71% jika dibanding dengan impor pada bulan Mei 2021 yang tercatat hanya 379,17 ribu ton.
“Total impor Sulawesi Tenggara pada bulan Januari hingga bulan Juni 2021 mencapai 2.569,82 ribu ton atau senilai US$ 899,45 juta,” pungkas Agnes.
Ia menambahkan, 3 negara tujuan ekspor dengan nilai ekspor terbesar selama bulan Januari hingga bulan juni 2021 adalah negara Tiongkok dengan nilai ekspor sebanyak US$ 1.787,55 Juta, India dengan nilai ekspor sebanyak US$ US$ 86,33 Juta dan Belanda dengan nilai ekspor sebanyak US$ 10,26 juta.
Sedangkan 3 negara sebagai pemasok barang dengan nilai impor terbesar selama bulan Januari hingga bulan Juni 2021 adalah negara Tiongkok dengan nilai impor sebanyak US$ 389,39 Juta, Afrika Selatan dengan nilai impor sebanyak US$ 180,52 Juta, dan Australia dengan nilai impor sebanyak US$ 126,50 Juta.
“Ekspor berdasarkan sektor industri pengolahan adalah sebesar 99,78% dan sektor pertanian sebesar 0,22%. Nilai pangsa pasar ekspor adalah 98,88%. Untuk impor berdasarkan golongan adalah penggunaan bahan baku atau penolong sebesar 92,28%, barang modal 7,64% dan konsumsi 0,08%. Nilai pangsa pasar impor adalah 77,43%,” tutupnya.
Writer : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : AK






