Kendari, Sultrademo.co – Konflik sosial menjadi salah satu tantangan serius dalam dinamika kehidupan masyarakat Indonesia terlebih lagi jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada bulan November mendatang.
Konflik sosial menjadi salah satu tantangan serius dalam dinamika kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai faktor mulai dari perbedaan identitas, agama, budaya, hingga ekonomi.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap berbagai tantangan yang mungkin akan muncul pada saat pilkada, kita tidak mau pada saat pilkada nanti menjadi tidak nyaman dan tidak aman,” ungkap Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup saat membuka rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari.
Sementara itu, Ketua Panitia, Awaluddin mengatakan, salah satu fokus utama dalam rapat koordinasi adalah upaya penguatan peran masyarakat dalam mencegah dan menyelesaikan konflik secara mandiri.
Hal ini dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, serta elemen-elemen penting lainnya dalam membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan kerukunan sosial.
Pada akhir rapat, diputuskan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menangani konflik sosial, termasuk koordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan penegakan hukum yang adil dan perlindungan bagi semua pihak terdampak konflik.
Diketahui, rapat koordinasi yang membahas tentang penanganan konflik sosial dengan tema pemetaan dan penanganan konflik menjelang pilkada tahun 2024, dilaksanakan di ruang Samaturu kantor Wali Kota Kendari, Selasa (2/7/2024) yang diikuti oleh unsur forum Fokopimda, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Kabag, Koramil, Babinsa, Kapolsek , Bhabinkamtibmas, Satpol PP, camat dan lurah se Kota Kendari.
Laporan : Hani
Editor : UL








