Kendari, Sultrdemo.co – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kendari resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Garuda Paradoks Indonesia untuk mendukung TNI, khususnya Kodim 1417/Kendari, dalam mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Langkah ini diproyeksikan menjadi pemantik penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus pembuka jalan bagi industri otomotif nasional di Bumi Anoa.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilaksanakan di Kantor Kadin Kendari, Rabu (14/1/2026). Kerja sama ini berfokus pada pendampingan teknis dan penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Ketua Kadin Kota Kendari, Fadli Tanawali, menyampaikan bahwa PT Garuda Paradoks Indonesia merupakan konsultan yang telah ditunjuk pemerintah pusat untuk mendampingi TNI Angkatan Darat dalam mengawal program Koperasi Merah Putih secara nasional.
“Kadin hadir untuk memberikan dukungan sumber daya manusia yang dibutuhkan. Ini adalah komitmen bersama untuk memastikan adanya akselerasi dalam pembangunan Koperasi Merah Putih di Sulawesi Tenggara,” ujar Fadli.
Fadli menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek fundamental ekonomi daerah, yakni pemberdayaan pengusaha dan tenaga kerja lokal.
Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi katalisator bagi ekosistem ekonomi yang menempatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama.
Menurut Fadli, keberhasilan pembangunan ekosistem ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
“Jika ekosistem ini terbentuk, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat dan pelaku UMKM. Muaranya, konsumen bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih terjangkau dan akses yang lebih cepat,” tuturnya.
Selain penguatan sektor koperasi, kemitraan ini juga membawa misi jangka panjang yang ambisius, yakni rencana pembangunan pabrik mobil nasional. Sulawesi Tenggara, dengan segala potensi daerahnya, diharapkan dapat terpilih menjadi pusat lokasi industri otomotif tersebut.
Fadli optimistis bahwa jika rencana ini terealisasi, Kota Kendari berpeluang mencatatkan sejarah sebagai salah satu daerah pertama yang memfasilitasi kehadiran pabrik mobil nasional.
“Ke depannya, ada program pembangunan mobil nasional yang insyaallah pabriknya akan dibangun di Sulawesi Tenggara. Kita berharap Kota Kendari menjadi daerah pionir bagi industri mobil nasional ini,” kata Fadli.
Direktur Utama PT Garuda Paradoks Indonesia Piter Higo mengungkapkan, pihaknya berkomitmen menciptakan kendaraan karya anak bangsa yang lahir dari daerah.
“Kami ingin program mobil nasional ini berawal dari Sulawesi Tenggara sebelum didistribusikan ke seluruh Indonesia. Ini adalah wujud nyata kemampuan mandiri anak bangsa dalam memproduksi kendaraan tanpa ketergantungan pada negara lain,” kata Piter.
Pembangunan pabrik ini diharapkan dapat menjadikan Kota Kendari sebagai pionir industri manufaktur otomotif di kawasan timur Indonesia.
Melalui sinergi antara Kadin, TNI, dan mitra strategis, percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat rampung tepat waktu.
Kehadiran Koperasi Merah Putih dan rencana industri otomotif ini tentunya bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat Sultra.
Laporan: Muhammad Sulhijah








