Kendari Dilanda Cuaca Ekstrim, Pemkot Bentuk Posko Komando Penangulangan Darurat Bencana

Ketgam : Asmawa Tosepu memberi keterangan terkait pembentukan posko penanggulangan tanggap bencana (Selasa, 07/03/23).

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari menggelar apel gabungan tanggap darurat bencana yang melibatkan Forkopimda dan unsur terkait, di lapangan upacara Balai Kota Kendari.

Apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu berlangsung dalam rangka menyikapi bencana alam hidrometeorologi yang terjadi pada (Minggu, 5 Maret 2023) lalu yang menyebabkan kerusakan materil maupun non materil di sejumlah tempat.

Bacaan Lainnya

Dikesempatan itu, Asmawa Tosepu., AP., M.Si., mengumumkan mengenai tanggap darurat yang bakal berlangsung selama 7 hari kedepan. Tanggap darurat bencana ini berlaku sejak 6 Maret hingga 12 Maret 2023.

Berbicara tanggap darurat, Asmawa menyebutkan berarti ada serangkaian kegiatan yang pasti mendesak harus segera dilakukan untuk menghindari dampak yang lebih besar akibat bencana.

“Dan prioritas utama adalah pemulihan fasilitas pelayanan publik dan fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan aktivitas masyarakat termaksud membuka akses jalan yang sempat terhambat karena tumbangnya beberapa pohon,” terang Asmawa Tosepu usai memimpin apel gabungan, Selasa, (07/03/23).

Untuk itu, bersama Forkopimda, Pemerintah Kota Kendari membentuk Komando Penangulangan Darurat Bencana yang melibatkan TNI dan Polri, BPBD, Basarnas hingga pemerintah kota ditingkat kelurahan, melalui keputusan Wali Kota Nomor 184 tahun 2023 dan kemudian diikuti dengan pembentukan posko komando tanggap darurat bencana.

“Ini jumlahnya kurang lebih 370 orang dan dibagi dalam 7 tim yang nanti masing-masing tim akan melakukan penanganan pasca bencana di wilayah masing-masing,” ujar Asmawa.

Disamping itu, Pemkot juga telah melakukan langkah-langkah percepatan akibat dari bencana itu. Diantaranya melakukan pendataan, identifikasi dan asesmen atas dampak dari bencana.

“Kemudian langsung ditindaklanjuti dengan penyerahan bantuan kepada korban yang terdampak khususnya bantuan untuk kebutuhan sandang dan pangan termaksud pemberian santunan duka kepada korban yang meninggal sudah kita serahkan kepada keluarganya kemarin,” ungkapnya.

Asmawa berharap tidak ada perpanjangan tanggap darurat bencana hanya sampai tanggal 12 Maret mendatang. Akan tetapi manakala dipandang perlu, dirasakan masih perlu diperpanjang maka pihak Pemkot akan melakukan perpanjangan.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat kota Kendari, untuk senantiasa waspada berhati-hati karena edaran dari BMKG bencana hidrometrologi ini masyarakat terus berlanjut.

“Artinya sampai beberapa hari ke depan masih berpotensi. Jadi kita harus lebih waspada lagi mawas diri terutama dalam melakukan aktivitas di luar rumah,” imbau Asmawa Tosepu.

Diketahui Komando Penangulangan Darurat Bencana ini di ketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala sementara untuk Wakil ketua Komando berasal dari Forkopimda. Pemerintah Kota Kendari melalui BPBD Kota Kendari telah membagi tujuh tim pembagian wilayah kerja dan distribusi personil dengan total 433 orang.

Selanjutnya untuk pembagian wilayah kerja meliputi Poros Mandonga-Puuwatu, Poros Mandonga-Kota Lama, Poros Kemaraya-Saranani, Poros Mandonga-Wua-wua, Poros Mandonga-Andonohu, Poros Wuawua-By Pass, Poros Wuawua-Baruga.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait