Kendari, Sultrademo.co – Badan Narkotika Nasional Kota Kendari Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Rabu (26/6/2024).
Salah satu kegiatan utama yang diselenggarakan adalah kampanye edukasi yang dilakukan melalui seni. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, tetapi juga menginspirasi mereka melalui karya seni yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bebas dari narkoba. Kampanye ini mencakup pameran seni, pertunjukan teater, dan mural di tempat-tempat strategis kota.
Kepala BNN Kota Kendari, AKBP Yuanita Amalia Sari, SE., Msi, mengatakan bahwa masalah narkoba bukan hanya menjadi perhatian pemerintah atau aparat keamanan saja, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam momen peringatan ini, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dalam upaya bersama memerangi narkoba, karena dampaknya bukan hanya merusak individu yang terlibat langsung, tetapi juga berpotensi menghancurkan generasi penerus bangsa.
“Untuk tahun 2020-2024 BNN Kota Kendari telah membentuk 10 kelurahan bersinar dan pada tahun ini 2024 kami menunjuk kelurahan sebagai fokus yang paling bersinar adalah Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Wua-Wua dan Kelurahan Lepo-Lepo Kecamatan Baruga,” jelasnya.
Setiap tahunnya, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) menjadi momentum penting bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia, untuk mengintensifkan perlawanan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Di tengah semangat untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), Kota Kendari turut aktif dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan di bawah koordinasi Badan Narkotika Nasional (BNN).
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian dan strategi yang telah dilakukan serta merumuskan langkah-langkah baru dalam upaya pemberantasan narkotika.
Dengan keterlibatan semua pihak dan kesadaran bersama, harapan untuk mewujudkan Indonesia bersinar dari ancaman narkotika bukanlah sekadar impian, tetapi sebuah tujuan yang dapat diwujudkan.
Dengan demikian, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Kota Kendari tidak hanya sebagai perayaan atau upacara formal belaka, tetapi sebagai upaya nyata dan berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang bersih dari narkoba, memberikan harapan baru bagi masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
Sementara itu, staf ahli pemerintahan dalam bidang hukum, politik, dan HAM, Syarifuddin, SE. AK MSA, saat menghadiri kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memerangi narkotika.
Ia menyoroti bahwa peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, lembaga penegak hukum, hingga individu dalam lingkungan sehari-hari sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama menghapuskan narkoba dari masyarakat.
“Kami dari pemerintah kota sejatinya memberikan apresiasi sebagai bentuk dukungan untuk memberantas dan peduli akan pengaruh narkoba,” ungkapnya saat memberi sambutan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Kubah 9 Kendari.
Diakhir kegiatan, dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Bersama melawan narkotika oleh kepala BNN, staf ahli, Forkopimda, Kepala OPD, Lurah dan Camat.
Laporan : Hani
Editor : UL








