Ketua JaDI Sultra Sebut Lima Kerawanan Kotak Suara Berbahan Kardus

  • Whatsapp

Kendari, SultraDemoNews- Ketua Presidium JaDI Sultra, Hidayatullah menanggapi polemik kotak suara yang berbahan kardus.

Dikatakannya, terkait kotak suara dari bahan kardus, problemnya bukan pada mudahnya dimanipulatif suara, sebab pada Pemilu 2014 tidak ada isue yang masif dan mengemuka terkait manipulasi suara melalui kotak suara kardus. Bahkan hasil Pemilu 2014 dengan metode scan C1, hasil perhitungan suara di TPS yang langsung diupload oleh KPU kab/kota ke web KPU RI mendapat apresiasi yang tinggi baik dari dalam maupun luar negeri.

Bacaan Lainnya

Ia juga menilai bahwa tidak tepat KPU menyatakan kotak suara berbahan kardus menghemat anggaran karena ini pertaruhan terhadap jaminan suara kedaulatan rakyat yang telah menyalurkan hak pilihnya di TPS.

Menurutnya, sebagai mantan Ketua KPU Provinsi Sultra yang menyelenggarakan Pemilu 2014 (Pileg dan Pilpres) problem sesungguhnya kotak suara berbahan kardus yakni sebagai berikut, pertama, korupsi pada penyedia barang/jasa dengan panitia lelang dimana spesifikasi dan bahan kardus bercampur antara kardus yang berkualitas baik dan kardus yang berkualitas buruk.

Hal itu disebabkan penyedia barang memiliki motivasi mencari untung yang sebesar-besarnya. Kardus yang berkualitas baik disiapkan hanya untuk kepentingan pemeriksaan oleh tim pemeriksa proyek. Selebihnya yang didistribusi ke KPU kab/kota itu kotak suara kardus yang mulai bercampur dengan kardus yang tidak sesuai norma dan spesifikasi. “Saya pernah protes keras pada saat itu tapi tak di indahkan,” katanya.

Kedua, kotak suara dari kardus tetap tidak tahan terhadap resapan air. Sebagai contoh di KPU Kabupaten Buton Utara, dimana saat distribusi surat suara yang telah dimasukkan dalam kotak suara diterpa hujan.

“Resapan hujan memang tidak merusak surat suara karena surat suara dibungkus plastik tetapi kotak suaranya melemah, ambruk dan tidak layak pakai. Begitu pula di Bombana dimana gedung penyimpanan kotak dan bilik suara berbahan kardus sekitar 300 kotak dan bilik dari kardus hancur dan rusak karena gudang penyimpanan yang bocor, kemudian di Kabupaten Konawe, kotak suara hancur dan ambruk karena diterpa hujan yang meresap dalam kotak suara kardus,” urainya.

Ketiga, kotak suara berbahan kardus rentan terhadap tekanan atau himpitan benda-benda keras, mudah terbakar dan hanya untuk sekali pakai. Bahkan khusus bilik suara dari kardus banyak yang tidak kembali ke gudang KPU karena dipakai alas tidur atau alas duduk pasca penghitungan suara baik ditingkat TPS maupun PPS dan PPK.

Keempat, kotak suara berbahan kardus harus ditambah dengan plastik pembungkus ketika nanti akan didistribusikan ke setiap TPS-TPS untuk menghindari kemungkinan basah atau akibat rawan lainnya.

“Yang kelima dari aspek keamanan distrubusi dari aparat keamanan seperti polisi sangat extra hati-hati terhadap kotak suara berbahan kardus tersebut karena rawan berbagai macam masalah seperti disebutkan diatas,” tutpnya. (AK)

  • Whatsapp

Pos terkait