Kisruh Jakarta PSBB Lagi, Budi Siswanto : Jangan Digoreng-Goreng, PSBB Ketat Agar Warga DKI Tak Masuk Peti Mati

JAKARTA, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2010).

Meningkatnya jumlah kasus positif di wilayah DKI Jakarta menjadi pilihan Anies Baswedan menarik rem darurat. Cara ini  diharapkan menjadi solusi agar penyebaran COVID-19 bisa terhenti.

Bacaan Lainnya
 

Data web resmi Pemprov DKI Jakarta di corona.jakarta.go.id pada Jumat (11/9) menyebutkan, jumlah korban positif sudah tembus 51.287, wafat 1.365 dan sembuh 38.226.

Sekjend DPP LIRA Budi Siswanto mengatakan, PSBB ketat adalah solusi. “Inikan demi keselamatan rakyat Jakarta, siapa sih yang mau masuk peti mati. Jangalah digoreng-goreng karena inikan (demi) keselamatan warga,” tegasnya kepada wartawan Jumat (11/9/2020).

PSBB ketat kata dia, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.
“Pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 lebih efektif dibanding PSBB transisi. Setelah kasusnya rendah kan pasti akan dibuka lagi,” ungkapnya.

Dia berharap dengan PSBB ketat maka warga Ibu Kota bisa mematuhi protokol kesehatan secara serius dan konsisten. “Karena vaksin paling tepat saat ini ya mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberlakukan PSBB ketat pada Senin (14/9/2020). Saat ini kondisi Jakarta sedang darurat.

Data Dinas Kesehatan DKI menyebutkan, per 6 September 2020, tempat tidur di ruangan ICU 67 RS rujukan sudah terisi sampai 84%, sementara tempat tidur di ruangan isolasi 67 RS rujukan sudah terisi hingga 77%. Jika tidak dilakukan PSBB ketat dikhawatirkan rumah sakit akan kolaps.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait