Kota Kendari Bidik Shortlist 30 Daerah Program LSDP Kemendagri

Ketgam : Zoom Meeting Sosialisasi Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dalam rangka seleksi shortlist 30 kabupaten/kota se-Indonesia

Kendari, Sultrademo.co – Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, mengikuti Zoom Meeting Sosialisasi Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dalam rangka seleksi shortlist 30 kabupaten/kota se-Indonesia, yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Kota Kendari, Jumat (20/02/2026).

Kegiatan daring tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah pada Kementerian Dalam Negeri dan diikuti perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bacaan Lainnya
 

Sosialisasi ini menjadi tahapan awal yang krusial dalam proses seleksi 30 daerah penerima dukungan program LSDP. Agenda tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memberikan arahan teknis terkait mekanisme pelaksanaan, persyaratan, serta indikator penilaian dalam proses shortlisting.

Dalam pemaparannya, perwakilan Ditjen Bina Pembangunan Daerah menjelaskan bahwa LSDP merupakan program reformasi layanan publik yang berfokus pada penguatan tata kelola, khususnya di sektor pengelolaan persampahan.

Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pembenahan regulasi, penguatan sistem pendanaan dan retribusi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber.

Ditegaskan pula bahwa persoalan sampah bukan semata masalah teknis, melainkan menyangkut tata kelola dan komitmen pemerintah daerah. Karena itu, LSDP menerapkan pendekatan berbasis kinerja (performance-based grant), di mana dukungan diberikan kepada daerah yang menunjukkan kesiapan regulasi, komitmen anggaran, pembentukan unit pengelola, serta implementasi sistem pengelolaan sampah terpilah dan terjadwal.

Penentuan shortlist 30 daerah akan didasarkan pada sejumlah indikator, antara lain komitmen kepala daerah, dukungan kebijakan dan penganggaran, kesiapan dokumen perencanaan seperti regulasi persampahan dan rencana pengelolaan, sistem retribusi yang efektif dan transparan, serta capaian kinerja pelayanan publik yang telah berjalan.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperkuat sistem pengelolaan dari hulu ke hilir, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, optimalisasi TPS 3R dan TPST, hingga pengelolaan residu di TPA secara lebih berkelanjutan.

Transformasi ini sejalan dengan target nasional untuk menekan residu sampah secara signifikan dan meningkatkan efisiensi layanan.

Sekda Kota Kendari Amir Hasan mengikuti kegiatan tersebut didampingi pejabat Bappeda dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam kesempatan itu, Amir Hasan menyatakan program LSDP menjadi peluang strategis bagi Kota Kendari untuk memperkuat reformasi tata kelola layanan publik, khususnya di bidang persampahan.

“Program ini menjadi momentum penting bagi Kota Kendari untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek regulasi, pembiayaan, dan perubahan perilaku masyarakat. Kami optimistis dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan agar Kota Kendari masuk dalam shortlist 30 daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan pelayanan publik harus dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Melalui partisipasi dalam sosialisasi tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap dapat mempersiapkan seluruh tahapan administrasi dan teknis secara optimal, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pengelolaan layanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait