Labkesda Sultra dan Gugus Tugas Covid 19 Sultra Layani Rapid Test Gratis

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Penerapan New Normal dan belum berakhirnya pandemi Corona virus desease 2019 ( Covid-19) menyebabkan masyarakat melakukan berbagai hal untuk mengantisipasi Covid-19.

Salah satunya adalah menerapkan Rapid Test untuk mengetahui kemungkinan adanya virus corona. Hal itu seiring dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona virus desease 2019 (Covid-19) Nomor 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi tenggara ( Sultra) dr. La Ode Rabiul Awal mengampaikan, Rapid test menjadi syarat wajib bagi mereka yang harus bepergian.

“Dengan menunjukkan hasil negatif dan atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan klinik kesehatan,”ujarnya.

Rapid test adalah skrining awal virus corona dalam tubuh melalui sampel darah. Sampel inilah yang memberi informasi adanya imunoglobulin atau IgM dan IgG dalam tubuh manusia.

“Hasil rapid tes akan terlihat perlu waktu 10-15 menit berupa garis pada keterangan C, IgG, dan IgM,”tuturnya dalam rilis pers, Sabtu (30/5/2020) .

Ia mengatakan, Garis pada C mengindikasikan pasien Non Reaktif (negatif), sedangkan garis pada C dan IgG atau IgM menandakan pasien Reaktif (positif).

“Pada pasien negatif biasanya tes akan diulang dalam waktu 7-10 hari. Pengecekan ulang untuk memastikan tubuh tidak memproduksi IgM atau IgG akibat paparan virus corona. Pembentukan IgM dan IgG perlu waktu beberapa minggu bergantung pada reaksi tubuh,”ujarnya .

Sementara itu, Kadis Kesehatan Prov. Sultra dr. Ridwan, sebagai Kordinator Satgas Kesehatan Gugus Tugas Covid 19 Sulawesi Tenggara, saat meninjau pelayanan Rapid Tes di Labkesda Sultra, mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan peran puskesmas, RSUD Kab/Kota, Rumah Sakit Rujukan dan tempat tertentu seperti lokasi Terminal Pelabuhan, Terminal Bandara, Pasar Modern, Tradisional dan Labkesda Sultra untuk melakukan Rapid Test secara masiv tanpa dipungut biaya atau Gratis.

“tujuannya adalah semata-mata untuk percepatan penanganan pemutusan Virus Corona,” katanya.

pemeriksaan kata dia, tetap dilakukan di fasilitas kesehatan yang diawasi petugas kesehatan, mereka faham dan mengerti langkah selanjutnya bila rapid test menunjukkan hasil positif atau negatif.

“Mereka (petugas kesehatan) akan mencatat orang ini tinggalnya di mana, hasilnya apa. Kalau negatif berarti harus diulang lagi dalam beberapa hari kemudian untuk memastikan. Kalau positif diuji kembali dengan PCR (Polymerase Chain Reaction),”tutupnya.

Laporan : ilfa
Edutor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait