Lembaga Kerajaan Laiwoi berharap Nuansa Budaya Tolaki di Kendari Semakin Maju

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co- Lembaga Kerajaan Laiwoi yang bergerak dalam pengembangan dan kemajuan kebudayaan menginginkan nuansa kebudayaan di Kota Kendari terus menjadi kekayaan dan kebanggaan bersama.

Salah satu kebudayaan Laiwoi adalah melaksanakan prosesi penobatan Pinorehu Mokole atau Mengangkat Mokole pada tahun 2015 di bulan Februari.

Bacaan Lainnya

Putra Mahkota Laiwoi Anakia, Endry Irwan Tekaka dalam acara ngobrol penting ( Ngopi) bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di kedai Kopi Waktu ( Kopi Tungku) saat menjadi salah satu pemateri, Jumat malam ( 15/11/2019) mengatakan, budaya tolaki di Kota Kendari merupakan salah satu penyumbang kekayaan kota lulo sebagai destinasi wisata budaya.

“Sejarahnya Ketika Kendari belum menjadi satu kabupaten atau tergabung dalam NKRI, kami sebagai pelaku budaya suatu negara yaitu Laiwoi sehingga bergabungnya kami dengan NKRI merupakan satu pamong atau penggiat dari pada kebudayaan tradisional berikut dengan struktur tradisional yang pernah ada,” ungkapnya .

Endry Tekaka mengatakan keinginan pihaknya yakni berbuat terhadap Kota Kendari utamanya dalam pelestarian budaya, itu juga dalam rangka mempersiapkan Kota Kendari jadi pusat budaya, ditambah dengan kebudayaan yang ada di Kota Kendari.

Kebudayaan Tolaki ada 21 jenis upacara adat dan beberapa jenis permainan anak dan permainan rakyat, 21 menurutnya jika dikemas dalam suatu event cukup akan menarik para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.

“Masalahnya wisatawan datang hampir di bilang masih minim, kita bisa bandingkan bagaimana Bali semua negara hadir di sana satu yang ingin mereka lihat yaitu kebudayaannya kita Kota Jendari tidak kalah dengan pantainya apalagi yang ada di Sultra namun kemasan budaya yang belum terkemas dengan baik,”ujarnya

Laporan : Ilfa

Pos terkait