Masyarakat 3 Kecamtan Dikonut Keluhkan BBM Bersubsidi, Pemerintah Diminta Tindak Oknum Pengelola APMS

Pangkalan BBM dan Tabung gas di kecamatan Landawe. Desa Kuratao

onawe Utara, sultrademo.co–Konawe Utara, Masyarakat 3 Kecamtan di Konut keluhkan soal distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsudi jenis pertalite di agen pertamina mini desa Landiwo/kuratao Kecamatan Landawe

Agen yang seharusnya menyalurkan kuota BBM diwilayah kecamatan wiwirano, landawe, dan langgikima, justru diduga melayani pengisian jerigen dari oknum tertentu yang berasal dari kabupaten Morowali Sulawesi tengah (sulteng),

Bacaan Lainnya
 

Informasi yang dihimpun awak media, dugaan penjualan BBM subsudi diluar wilayah konut itu telah berlangsung cukup lama. dalam menjalankan aksinya, oknum pengelola agen pertamina diduga kerap melakukan pengisian jerigen pada malam hari untuk menghindari pantauan masyarakat

Akibat dari ulah oknum tersebut pengendara maupun sebagian Besar warga setempat, terkhusus masyarakat ditiga kecamatan yakni, kecamatan wiwirano, landawe, dan langgikima seringkali kesulitan mendapatkan kebutuhan BBM jenis pertalite

Selain kebutuhan BBM, masyarakat juga mengaku jarang mendapatkan gas 25 Kg. Yang mana pada tempat yang sama selain agen BBM juga merupakan agen tabung gas

Menurut salah satu warga desa pariama yang tidak ingin disebutkan namanya, oknum pengelola agen tersebut perlu di ingatkan. sebab, dugaan tindakan yang dilakukan telah merugikan banyak masyarakat

Dijelaskannya, tak hanya pengendara, masyarakat setempat yang berpropesi sebagai pengecer merasa sangat resah, pasalnya, setiap kali pembongkara dengan jumlah 5 sampai 8 ton BBM pertalite seringkali masyarakat tidak kebagian. Meski mobil pengangkut BBM tersebut tiba di TKP di waktu siang tetap juga pembongkaran ya di tenga malam

“semua orang membutuhkan BBM, kami faham ada keuntungan yang dikejar, walaupun berbeda harga penjualan disini dengan orang luar, tapi proritaskan dulu kami sebagai warga lokal,”ungkapnya

Sebagai perwakilan masyarakat kec langgikima Dia berharap, selaku pengecer yang menetap didaerah tertinggal BBM yang masuk diagen pertamina agar disalurka secara adil, dengan begitu kebutuhan BBM prtalite untuk masyarakat setempat akan terpenuhi dengan baik.

Semntara salah satu warga yang juga enggan disebutkan namanya asal dari kecamatan wiwirano desa Kurotao juga mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas ukuran 25 Kg

Selain itu dirinya juga menambahkan bahwa pengisian BBM jenis pertalaite tersebut kerap di lakukan jau malam degan menggunakan jerigen yang di muat oleh open kap

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, pengelolah agen pertamina Rasma, sebelumnya mengaku jika tudingan itu benar di lakukan degan melakukan penjualan di luar kabupaten Konawe Utara. Tetapi juga pihaknya menepis tudingan tersebut. Di jelaskan ulang
bahwa, pihaknya tidak melakukan pembongkaran pada malam hari atapun menjual diluar wilayah konut

“iya pak. Tapi kebagian ji semuanya pak, kami juga tidak pernah melakukan penjualan diluar wilayah konut, bole kita Tanya-tanya warga yang memiliki kios didepan,”Ucap Rasma

Ditempat berbeda, salah satu warga setempat, menepis pernyataan pihak pengelolah agen pertamina yang membantah bahwa pernyataanya tidaklah benar

Dikatannya, pernyataan itu hanyalah pembelaan, dugaan pembongkaran BBM malam hari kerap terjadi, terlebih mobil yang melakukan antrian untuk melakukan pengisian jerigen terpantau jelas dari rumahnya

“kalau mau tau faktanya, tunggu-tunggu mi tengah malam kalau ada pembongkaran pasti banyak mobil yang mengantri, sebagian mobil biasa kode platnya itu luar wilayah sultra,”jelas salah satu warga desa landiwo yang identitasnya dirahasiakan

“saya juga heran walaupun itu tengki BBM datangnya siang hari, tapi kegiatan pembongkarannya pasti dilakukan tengah malam, ada apa sebenarnya, yang parahnya BBM tersebut cepat sekali habis saya pribadi saja yang tinggal didepan agen terkadang tidak kebagian,”Bebernya

Untuk diketahui, praktek dugaan penjualan BBM luar wilayah konut itu diduga melibatkan oknum anggota polsek wiwirano yang bertindak sebagai pem back up

Hal tersebut berdasarkan keterangan beberapa narasumber yang menyebutkan bahwa, oknum anggota kepolisian inisial (R) saat bertandang di TKP kerap menggunakan seragam biasa untuk memantau proses pengisian BBM bersubsidi itu

Sampai berita ini di naikan awak media masih belum mendapatkan konfirmasi dari oknum kepolisian inisial R, meski sebelumnya telah di konfirmasih melalui sambungan telpon.

Laporan: Supriyadin Tungga

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait