Mendagri Tepis Isu Surat Suara 7 Kontainer Dari Cina

  • Whatsapp

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali menyatakan sikap tegasnya terhadap setiap pemberitaan bohong, hoax, ujaran kebencian dan politisasi SARA yang akhir – akhir ini cukup banyak berkembang dan cenderung menimbulkan kecemasan dan opini negatif di masyarakat.

“Berita Hoax, fitnah, berujar kebencian dan politisasi SARA sudah pada tahap yang tidak bisa ditolerir lagi, apalagi sudah merusak proses koonsolidasi demokrasi, yaitu Pemilu langsung yang nantinya digelar di 17 April 2019 yang tahapan-tahapannya dan prosesnya sudah berjalan transparan dan demokratis,” ujar Tjahjo, Kamis 03/01/19.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, saat ini terdapat salah satu berita hoax beredar yakni surat suara yang sudah dicoblos lebih dulu. “Tersiar kabar bahwa ada 7 kontainer dari China yang berisi surat suara yang tersebar di media sosial dan berbagai grup WA itu terkait pencoblosan surat suara untuk paslon 01, yang setelah dicek oleh KPU dan Bawaslu seluruhnya tidak benar,” katanya.

Selain itu, Tjahjo juga sangat prihatin dengan munculnya isu 31 juta DPT tambahan yang dimasukkan dalam DPT Pemilu 2019. “Jelas ini berita fitnah, berita – berita yang mengumbar rasa cemas bermusuhan,” tegas Tjahjo.

Mendagri Tjahjo Kumolo sangat menyesalkan dan mengecam praktik penyebar isu-isu bohong dan tidak bertanggung jawab serta dapat membahayakan, turunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu, pemerintah, peserta Pemilu sendiri dan pihak terkait lainnya yang sejak awal konsisten menjaga profesionalisme dan integritasnya dalam mengawal jalannya tahapan Pemilu Serentak 2019.

Sumber : Puspen Kemendagri

  • Whatsapp

Pos terkait