Mengaku Pandai Gandakan Uang, Pria Asal Konsel Diringkus Polisi

  • Whatsapp
Polisi bersama pelaku (baju orens) saat konferensi pers

Kendari, Sultrademo.co – Seorang lelaki pelaku penggandaan uang secara gaib asal Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), berinisial S (50) diamankan oleh Tim Reskrimum Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarko mengatakan, hingga saat ini telah tercatat sebanyak empat belas orang melaporkan diri telah tertipu oleh tersangka S (50).

Bacaan Lainnya

“Awalnya kita mendapatkan informasi bahwa telah terjadi tindak pidana penipuan modus praktek penarikan uang gaib pada hari Selasa (7/9). Kemudian pada hari Rabu (8/9) dilakukan penangkapan tersangka saudara S (50),” ungkap AKBP Bambang Wijanarko kepada awak media saat konfersi pers, Kamis (9/9).

Selanjutnya, Tim Polda Sultra melakukan penggeledahan disebuah gubuk yang berada ditengah sawah, yang dijadikan tempat ritual praktek penarikan uang gaib.

Pada penggeledahan tersebut ditemukan barang bukti berupa uang pecahan Rp. 100.000, alat meditasi berupa pisang 1 sisir sebagai sesajen, 3 buah pelepah pisang dan kain kafan.

“Adapun barang bukti yang telah diamankan adalah pecahan uang seratus ribu rupiah sebanyak seribu dua lembar, kemudian dua alat meditasi untuk ritual secara gaib, kemudian tiga buah pelepah pisang untuk dudukan dupa, satu sisir pisang sesajen dan satu lembar kain kafan,” bebernya.

Menurutnya, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka S (50) adalah dengan menceritakan kemampuannya untuk menggandakan uang kepada calon korbannya.

“Modus operandinya sejak 2016 tersangka S menawarkan atau bercerita terhadap beberapa korban bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk menarik uang gaib, untuk itu dibutuhkan ritual. Dalam menjalankan ritual ini tersangka meminta sejumlah uang kepada para korbannya,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka S (50) saat ini diamankan di Polda Sultra dan terancam terjerat pasal 36 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan Tindak Pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP.

Penulis : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : AK

Pos terkait