OPINI : Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anak Sejak Dini

Muhammad Ahmi Husein S.Si., M.Sc.

Muhammad Ahmi Husein S.Si., M.Sc.

Dosen Program Studi Kewirausahaan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya

Pendidikan kewirausahaan usia dini merupakan suatu proses pembelajaran yang ditujukan untuk mengembangkan kompetensi kewirausahaan pada anak-anak usia dini. Pendidikan kewirausahaan usia dini sangat penting untuk diterapkan pada anak-anak karena dapat membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk menjadi wirausaha di masa depan. Dengan mempelajari keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk menjadi wirausaha, anak-anak dapat menjadi lebih mandiri dan memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan yang ada di masa depan.

Pendidikan kewirausahaan usia dini dapat diaplikasikan melalui berbagai jenis kegiatan yang menyenangkan dan menarik bagi anak-anak, seperti kegiatan eksplorasi, eksperimen, dan diskusi. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di sekolah atau di luar sekolah, seperti melalui kegiatan pengembangan diri, kegiatan kreativitas, dan kegiatan yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini akan membuat anak-anak lebih cepat mengenal dunia usaha dan belajar bagaimana mengatasi masalah yang di hadapi.

Bacaan Lainnya
 

Pendekatan sesuai usia dan tingkat perkembangan anak

Pendekatan Pendidikan Kewirausahaan usia dini harus diadaptasikan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan anak-anak. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan adalah:

  1. Pendekatan Konstruktivisme: Pendekatan ini cocok untuk anak-anak usia dini (3-6 tahun) yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif yang cepat. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna, seperti bermain dan bercerita. (Tina Blythe dan David Murrell, 2001)
  2. Pendekatan Proyek: Pendekatan ini cocok untuk anak-anak usia prasekolah (6-8 tahun) yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif yang lebih maju. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar melalui proyek-proyek yang menyenangkan dan bermakna, seperti membuat produk-produk yang berkaitan dengan kewirausahaan. (Bob Lenz, Jason Millman, and Elliot Washor, 2015).
  3. Pendekatan Pembelajaran Langsung: Pendekatan ini cocok untuk anak-anak usia sekolah dasar (9-12 tahun) yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif yang lebih maju. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar melalui pengalaman-pengalaman langsung, seperti melakukan bisnis atau proyek-proyek kewirausahaan yang sesungguhnya. (David A. Kolb, 1984).

Gambar 1 Ilustrasi anak-anak belajar berjualan

Pada usia diatas, anak-anak dapat diberi aktifitas yang dapat menstimulasi jiwa kewirausahaan seperti:

  • Menyediakan permainan simulasi kewirausahaan seperti berbisnis di pasar atau toko mainan,
  • Mengajak anak-anak untuk membuat dan menjual produk sederhana seperti permen atau kerajinan tangan
  • Melakukan diskusi tentang konsep dasar kewirausahaan seperti promosi barang, mengatur stok barang, ataupun mengatur modal bisnis.

 

  1. Pendekatan Pembelajaran Terstruktur: Pendekatan ini cocok untuk anak-anak usia remaja (13-18 tahun) yang sudah dalam tahap perkembangan kognitif yang lebih matang. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar melalui pembelajaran yang lebih terstruktur, seperti pelajaran kelas, diskusi kelompok, dan analisis kasus. (Robert M. Gagne, 1985) (Diana Laurillard, 2012)

Pada usia diatas, anak-anak dapat diberi aktifitas yang dapat menstimulasi jiwa kewirausahaan seperti

  • Memfasilitasi anak-anak untuk mengembangkan bisnis sederhana dengan menggunakan teknologi seperti aplikasi bisnis atau website.
  • Menyediakan pelatihan tentang konsep-konsep kewirausahaan yang lebih kompleks seperti pembuatan rencana bisnis yang detail, analisis swot, dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
  • Mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam kompetisi kewirausahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat.

 

  1. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Teknologi: Pendekatan ini cocok untuk anak-anak di semua usia yang memiliki minat dan bakat dalam teknologi. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar mengenai kewirausahaan dengan menggunakan teknologi, seperti mengembangkan aplikasi atau membuat website untuk bisnis mereka. (Diana Laurillard, 2012)
  2. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kompetisi: Pendekatan ini cocok untuk anak-anak di semua usia yang memiliki minat dan bakat dalam kompetisi. Melalui pendekatan ini, anak-anak dapat belajar mengenai kewirausahaan dengan mengikuti kompetisi-kompetisi kewirausahaan, seperti lomba bisnis atau inovasi. (David F. Labaree. 1987)

Gambar 3 Ilustrasi anak-anak berkompetisi wirausaha

Dalam kesimpulannya, Pendidikan kewirausahaan usia dini merupakan suatu proses yang penting untuk diterapkan pada anak-anak. Melalui pendidikan kewirausahaan usia dini, anak-anak dapat mempelajari keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk menjadi wirausaha di masa depan. Namun, pendidikan kewirausahaan usia dini harus dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak-anak, didukung oleh lingkungan yang kondusif dan diterapkan sejak dini agar anak-anak dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mempelajari keterampilan dan kompetensi kewirausahaan.

 

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait