62 Tahun Sulawesi Tenggara: Menenun Harmoni, Memantapkan Langkah Menuju Kesejahteraan

Kendari, Sultrademo.co Di bawah langit biru Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menandai babak baru perjalanannya. Memasuki usia ke-62, Bumi Anoa tak sekadar merayakan angka, melainkan meneguhkan kembali komitmen untuk menjaga harmoni sebagai fondasi utama menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Senin pagi (27/4/2026), Lapangan Tugu Eks MTQ Kendari berubah menjadi lautan khidmat. Ribuan elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga generasi muda, berkumpul memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Upacara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi atas perjalanan panjang
sejak provinsi ini berdiri pada tahun 1964.

Bacaan Lainnya
 

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dalam amanatnya menekankan bahwa kemajuan yang dirasakan hari ini adalah buah dari pengorbanan para pendahulu. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melupakan sejarah yang telah meletakkan dasar pembangunan daerah.

“Provinsi Sulawesi Tenggara adalah kristalisasi perjuangan dan pengorbanan para pendahulu kita. Sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya dengan menjaga warisan mereka melalui kerja nyata yang berintegritas,” tegas Andi Sumangerukka.

Keberagaman sebagai Modal Sosial

Sulawesi Tenggara dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan keberagaman etnis yang unik. Bagi Gubernur, keberagaman ini adalah pisau bermata dua; bisa menjadi pemicu konflik jika diabaikan, namun akan menjadi motor penggerak raksasa jika diharmonisasikan.

Andi Sumangerukka menggarisbawahi bahwa harmoni sosial adalah prasyarat mutlak pembangunan. “Keberagaman suku, agama, dan budaya di Sultra bukan untuk dipertentangkan. Sebaliknya, ini adalah kekuatan kolektif. Jika kita mampu merajut sinergi ini dengan baik, maka langkah menuju Sultra yang maju, adil, dan berkelanjutan akan semakin mantap,” ujarnya.

Ia juga mendorong transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif. Peringatan HUT kali ini juga bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30, sebuah momentum untuk memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik agar tepat sasaran bagi masyarakat di pelosok desa maupun di pesisir kepulauan.

Spektakuler di Angkasa: Simbol Sinergi dan Kebanggaan

Puncak perayaan tahun ini tampil berbeda. Antusiasme warga memuncak saat langit Kendari dihiasi oleh atraksi dirgantara dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-80 TNI Angkatan Udara. Sebanyak 18 penerjun payung dari satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU melakukan aksi free fall yang memukau.

Membawa bendera kebanggaan Sulawesi Tenggara, bendera TNI AU, dan Sang Saka Merah Putih, para penerjun menunjukkan presisi tinggi yang melambangkan kesiapan dan perlindungan bagi daerah. Sorak-sorai penonton pecah saat satu per satu penerjun mendarat mulus, termasuk kehadiran penerjun wanita yang menjadi inspirasi bagi banyak
perempuan muda di Sultra.

Tina (34), warga Kendari yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa bangganya. “Menyaksikan bendera Sultra berkibar di langit dibawa oleh penerjun profesional membuat saya merasa bangga menjadi bagian dari daerah ini. Semangatnya sangat terasa, bukan sekadar hiburan tapi membangkitkan rasa memiliki,” tuturnya.

Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Selain atraksi fisik, komitmen terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui aksi penanaman pohon dan pemberian bibit siap tanam kepada masyarakat. Ini merupakan simbol bahwa pembangunan Sultra ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menjaga kelestarian ekologi bagi generasi mendatang.

Gubernur menutup sambutannya dengan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah pusat, jajaran TNI/Polri, sektor swasta, hingga tokoh masyarakat. Sinergi lintas sektoral ini dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan global dan nasional ke depan.

Di usia ke-62, Sulawesi Tenggara kini berdiri tegak, memadukan kekayaan alam dengan kearifan lokal, serta memperkuat langkah dengan optimisme yang tinggi. Harmoni telah dikuatkan, langkah menuju kesejahteraan kini semakin nyata.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani

Pos terkait