Kendari, Sultrademo.co – Hingga saat ini masalah stunting di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Tak terkecuali dengan kota Kendari.
Melihat persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkomitmen meluncurkan program intervensi serentak untuk pencegahan stunting di setiap Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh kota Kendari.
Peluncuran aplikasi tersebut turut disaksikan oleh pihak kecamatan, Danramil 1417, Kepala KUA, Kapolsek Kandai, lurah, Ketua TP PKK kecamatan, KUPT KB, KUPT Capil Puskesmas Kandai, Pendamping Keluarga dan Kader Posyandu.
Camat Kendari, Maluadi Poto menyatakan komitmennya untuk memastikan keberhasilan program ini.
Dikatakannya, untuk menjalankan program ini secara efektif,
Pemerintah Kota Kendari juga telah melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah dan perusahaan swasta, untuk mendukung penyediaan sumber daya dan dukungan finansial. Selain itu, para petugas kesehatan di setiap posyandu juga telah dilatih secara khusus untuk memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat
“Kami berharap dengan adanya program intervensi serentak ini, angka stunting di Kota Kendari dapat ditekan secara signifikan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait akan menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting ini,” ujarnya, Selasa (11/6/2024).
Pihaknya juga berharap masyarakat turut aktif berpartisipasi dalam program ini dengan membawa anak-anak mereka ke posyandu untuk mendapatkan layanan kesehatan dan gizi yang diperlukan.
” Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat terwujud generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh di Kota Kendari,” harapnya.
Untuk diketahui program ini mencakup serangkaian kegiatan mulai dari penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, hingga monitoring pertumbuhan balita secara rutin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan optimalnya.
Laporan : Hani
Editor : UL








