Pemprov Sultra Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan

Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Foto: ist.

Kendari, Sultrademo.co Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Rakor ini bertujuan mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan yang diperkirakan akan dimulai pada 1 Maret 2025.

Bacaan Lainnya
 

Rapat yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pangan Nasional.

Dari pihak Pemprov Sultra, perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPS, Balai Karantina, Biro Perekonomian, serta Dinas Ketahanan Pangan turut serta dalam diskusi tersebut.

Tomsi menegaskan pentingnya langkah konkret dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga. “Kita harus mulai menghitung ketersediaan stok, kesiapan distribusi, serta mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga agar tidak membebani masyarakat,” ujarnya, Senin (10/2/2025).

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, melaporkan bahwa pada Januari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,76 persen secara month-to-month. Namun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih mengalami inflasi dengan andil 0,56 persen.

Pada awal Februari 2025, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai merah naik 7,23 persen dibanding Januari 2025, Minyakita naik 0,41 persen, dan gula pasir naik 0,89 persen.

Sebaliknya, beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit turun 4,35 persen, bawang merah dan bawang putih masing-masing turun 7,96 persen, serta telur ayam ras turun 2,56 persen.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), Kabupaten Bombana menjadi salah satu daerah dengan lonjakan harga tertinggi di luar Pulau Jawa dan Sumatera, dengan kenaikan IPH mencapai 3,96 persen. Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit menjadi penyumbang utama lonjakan tersebut di berbagai wilayah.

Menanggapi kondisi ini, Pemprov Sultra akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga tetap stabil menjelang Ramadan. Masyarakat pun diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying guna menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani
Editor: Muhammad Sulhijah

Pos terkait