Pendapatan Negara di Sultra Capai Rp245 Miliar, Belanja Tembus Rp1,2 Triliun

Kendari, Sultrademo.co Realisasi pendapatan negara di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 24 Januari 2025 mencapai Rp245 miliar. Sementara itu, belanja negara telah menyentuh angka Rp1,2 triliun dari total pagu anggaran Rp25,57 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Sultra, Syarwan, mengungkapkan bahwa pendapatan negara tersebut bersumber dari penerimaan dalam negeri, yang terdiri atas pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Bacaan Lainnya
 

“Dari sektor perpajakan, realisasi pendapatan tercatat sebesar Rp175,3 miliar, sedangkan dari PNBP mencapai Rp69,7 miliar,” ujar Syarwan di Kendari, Minggu (26/1/2025).

Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), penerimaan pajak mengalami kontraksi sebesar 54,08 persen. Di sisi lain, PNBP justru mengalami pertumbuhan signifikan, yakni 110,06 persen.

Sementara itu, realisasi belanja negara di Sultra tercatat sebesar 4,88 persen dari total pagu. Angka ini terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp188,5 miliar atau 3,06 persen dari pagu, serta transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp1,05 triliun atau 5,45 persen dari pagu.

Syarwan menjelaskan bahwa secara tahunan, belanja K/L di Sultra tumbuh 2,74 persen, sementara belanja TKD meningkat 10,40 persen. Dari total belanja negara, institusi kepolisian menjadi penerima alokasi terbesar dengan belanja mencapai Rp53,25 miliar atau 28,25 persen dari seluruh realisasi belanja di Sultra.

Dari sisi kinerja kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN), Syarwan mengungkapkan bahwa KPPN Kolaka mencatat kinerja tertinggi dengan realisasi belanja K/L mencapai 3,91 persen.

Namun, secara nominal, KPPN Kendari menjadi yang tertinggi dengan realisasi belanja Rp134,83 miliar atau 71,53 persen dari total belanja K/L di wilayah Sultra.

“Dengan angka-angka ini, kami terus mendorong percepatan realisasi anggaran agar berdampak optimal bagi perekonomian daerah,” tutup Syarwan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani
Editor: Muhammad Sulhijah

Pos terkait