Kendari, Sultrademo.co – Siska Karina Imran mengakui kenaikan angka pengangguran terbuka di 2025 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kendari. Meski angka kemiskinan mencatat tren penurunan dan disebut sebagai yang terendah di Sulawesi, tingkat pengangguran justru naik dari 5,67 persen pada 2024 menjadi 5,94 persen di 2025.
Dalam keterangannya yang merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Siska menyebut capaian indikator makro Kota Kendari secara umum menunjukkan tren positif, khususnya dalam penurunan angka kemiskinan.
“Alhamdulillah, berdasarkan data BPS, angka kemiskinan kita mengalami penurunan dan menjadi nomor satu terendah di seluruh wilayah Sulawesi. Ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari relatif aman,” ujarnya, Selasa, (03/03/26).
Namun, ia tidak menutup fakta bahwa tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan sekitar 0,27 poin persentase. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi “pukulan” yang harus segera ditangani secara serius.
Siska menjelaskan, kenaikan pengangguran tidak bisa dilepaskan dari faktor bonus demografi dan meningkatnya jumlah penduduk akibat urbanisasi dari kabupaten sekitar ke Kota Kendari.
Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja dinilai menjadi salah satu pemicu utama.
“Kita harus sinkronkan dengan kondisi bonus demografi dan arus urbanisasi. Ini menjadi tugas berat, terutama bagi Dinas Ketenagakerjaan, agar di triwulan ketiga atau keempat tahun ini angka tersebut bisa kita tuntaskan,” tegasnya.
Ia menekankan komitmennya untuk menyampaikan kondisi secara terbuka kepada masyarakat, baik capaian positif maupun tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Saya tidak ingin hanya menyampaikan yang baik-baik saja. Apa pun kondisi kita, pemerintah kota akan terbuka. Tidak ada yang kami tutupi, agar kita bisa bersama-sama memperbaiki keadaan,” katanya.
Selain pengangguran, Pemkot Kendari juga menyoroti persoalan ketimpangan pendapatan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Meski demikian, Siska optimistis berbagai indikator sosial-ekonomi dapat terus diperbaiki melalui kerja kolaboratif dan kebijakan yang lebih terarah.
Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, akan memperkuat strategi penyerapan tenaga kerja dan pengendalian kemiskinan guna memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif dan berkelanjutan.







