Konawe, Sultrademo.co – Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar acara Seminar dengan tema tranpormasi BPR di era digital dan outlook kondisi keuangan global di salah satu hotel di kota Unaaha, Jumat (26/5/2023).
Ketua Umum Perbarindo Sulawesi Tenggara, Ahmad Se ,MM mengungkapkan, kegiatan seminar kali ini bertujuan untuk meningkatkan transformasi di era digitalisasi dan outlook kondisi keuangan global serta mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan pola kehidupan.
“Sekarang era digital, jadi BPR sebagai salah satu industri keuangan harus mampu berinovasi agar bisa survive ditengah dunia perbankan saat ini, ujarnya.
Kiranya lewat seminar seperti ini dapat meningkatkan kemitraan strategis dan keselarasan dengan pemerintah dan otoritas perbankan industri terkait lingkungan bisnis dalam upaya mendorong pertumbuhan industri BPR/BPRS dan UKM
“Transformasi digital hari ini sangat mempengaruhi perkembangan zaman dan persaingan dibeberapa bidang dalam dunia perbankan, untuk itu, forum seperti ini bagi perbarindo sangat penting dan strategis guna meningkatkan kapabailitas serta kompetensi SDM BPR-BPRS, pada akhirnya akan meningkatkan daya saing industry,” terangnya.
Ahmad menyampaikan, industri BPR-BPRS harus mampu memenuhi preferensi nasabah terhadap layanan perbankan ke depan. Layanan yang lebih mengutamakan kecepatan, kemudahan, keamanan dan dapat bertransaksi tanpa dibatasi ruang serta waktu.
“Kami sadari, kebutuhan masyarakat semakin berkembang, di sisi lain kami juga terus berupaya mencari solusi yang efektif, efisien, dan aman dalam penyediaan teknologi bagi BPR-BPRS, salah satu upayanya yaitu menjalin sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ucapnya.
“Tentunya dengan model bisnis yang saling melengkapi, menguntungkan dan mendorong tumbuh bersama. Sehingga dampak akhirnya, masyarakat yang dilayani lebih mudah, cepat, dan aman,” sambungnya.
Menurut Ahmad, upaya memenuhi kebutuhan konsumen membutuhkan penguatan pengelolaan terhadap data, model bisnis, regulasi, dan teknologi. Keempat bidang ini tidak bisa dikuasai dalam jangka waktu singkat.
Aspek-aspek yang dimaksud antara lain peningkatan kapasitas SDM, pengembangan produk dan layanan, perbaikan tata kelola, manajemen risiko, pemenuhan ketentuan, penyempurnaan infrastruktur teknologi informasi, dan sistem informasi manajemen
Dalam upaya penguatan SDM, khususnya peningkatan kapasitas dan kompetensi digital SDM, menjadi agenda besar Perbarindo. Salah satu program BPR-BPRS sendiri yakni pengembangan aplikasi BPR e-Cash dan pengembangan core banking system (CBS) melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Pengembangan SDM juga diperkuat dengan menuntaskan penyusunan modul untuk sertifikasi staf supervisor dan pelaksana, sehingga akan mempermudah BPR-BPRS untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan wawasan. Kami berharap seluruh program tersebut mendapatkan dukungan dari seluruh pelaku industri yang hadir di sini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, kegiatan seminar hari ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kabupaten Konawe, OJK dan pihak bank Indonesia serta kepala cabang BPR Bahteramas 17 kabupaten kota, serta karyawan kurang lebih 240 yang hadir.
 






